Dzikir Kolbu
Setelah kita membahas Proses Berdzikir, Dzikir Lisan, Dzikir Nafas Selanjutnya kita akan membahas tentang Dzikir Kolbu. Pada tahap ini yang berdzikir adalah hati, atau kolbu. Supaya kolbu lebih “hidup” dalam arti dapat merasakan Kehadiran Illah, Robb.
Dalam menjalani Jalan yang Suci ini, kedudukan dzikir Kolbu adalah sangat strategis karena pada tahap inilah kolbu benar-benar dilatih dan dipersiapkan untuk menerima Pancaran Nur Ilahi. Dan tentu saja untuk dipantulkan kembali, atas ijin Allah Ta’ala. Di awali dengan dzikir lisan, dzikir nafas, baru kemudian kita memasuki dzikir Kolbu. Ambil posisi yang nyaman, duduk atau tiduran juga boleh, diusahakan dalam melaksanakan nya untuk tidak bergerak sama sekali.
Kita dzikir lisan, kemudian Dzikir Nafas, perlahan-lahan bacaan nya kita ucapkan dalam hati seiring dengan irama nafas kita, jangan dipercepat ataupun diperlambat. Tidak ada batasan jumlah atau waktunya. Sampai Kolbu merasakan sesuatu yang sangat berbeda.
Latihan ini dilakukan berulang-ulang selama kurun waktu tertentu dan harus dengan panduan seorang Guru atau Mursyid atau Pembimbing. Jika ada yang menyimpang atau tidak sesuai dengan arah tujuan dapat dengan segera diluruskan nya. Ingat satu hal Jika ada suara-suara yang mengaku sebagai si A atau nabi atau wali A, JANGAN PERCAYA karena itu pasti suara dari Iblis. Maka dari itu kita harus didampingi seorang Pembimbing yang Benar.
Al hamdulillah ada yg posting hal yg sangat positif….mohon maaf sebelumnya…”menurut saya dzikr qolbu untuk mencapai titik ”hu” memang sulit…perlu waktu lama bahkan seumur hidup melaksanakannya….tidak dibatasi beberapa waktu….”apabila ada yg bs mencapai titik ”’hu” dlm tempo yg singkat itu merupakan barokallah dan memperoleh hidayah
kang dateng pun kulo pados guru mursid waskito?
pilih guru yang tidak menyalahi hukum Allah, guru yang ikhlasmengajarakan ilmunya, tidak meminta imbalan/bayaran apapun karena Ilmu adalah Gratis… Semoga Allah memberi petunjuk kepada Mas Agus Rakhman