Nama Nama Neraka Dan Para Penghuninya

Malaikat Penjaga Neraka di pimpin oleh Malaikat Malik, yang memiliki 19 malaikat yang bertugas menyiksa  para penghuni Neraka, salah satunya yang disebut namanya dalam Al-Qur’an adalah Malaikat Zabaniah. Dalam sebuah Hadist diterangkan: “Sesungguhnya penghuni neraka yang paling ringan balasannya ialah orang yang diberi sepasang sandal yang talinya terbuat dari api neraka, lalu mendidihlah otaknya karena panas, laksana air panas mendidih di dalam periuk. Dia …

Continue reading ‘Nama Nama Neraka Dan Para Penghuninya’ »

Fana dalam Kebaqaan, Ibrahim al-Dasuqi

Ibrahim al-Dasuqi, Fana dalam Kebaqaan Tariqat Birhamiyyah didirikan oleh Ibrahim al-Dasuqi, yang nama lengkapnya, Ibrahim al-Dasuqi al-Qursyi, Ibrahim al-Dasuqi meninggal dunia tahun 676 Hijriyyah di Damascus. Tariqat Birhamiyyah tersebar di kawasan Mesir, Syria, Hijaz, Yaman dan Hadhramaut. Ibrahim al-Dasuqi ber kata, “Syariat adalah pokok, sementara hakekat adalah cabang. Jadi Syari’at menghimpun seluruh ilmu yang diwajibkan dan …

Continue reading ‘Fana dalam Kebaqaan, Ibrahim al-Dasuqi’ »

Nasehat Abu Nawas untuk Sang Sultan

Ketika Sultan Harun Ar-Rasyid menunaikan ibadah haji, beliau sangat rindu pada Abu Nawas, sahabatnya. Pada Saat tiba di kota Kuffah, tiba-tiba terlihat oleh Sultan, Abu Nawas yang menaiki batang kayu, berlari-larian ke sana kemari dan diikuti anak-anak dengan riang. Wajah sang Sultan mendadak menjadi ceria dibuatnya. Pandangan Mata Sang Sultan berbinar-binar karena sangat merindukan sosok …

Continue reading ‘Nasehat Abu Nawas untuk Sang Sultan’ »

Makruf al-Karkhi , Tasawuf Berdasar Syari’at

Makruf al-Karkhi, ada yang menyebutnya Ma’ruf al-Kurkhi  yang meninggal tahun 200 H. Menurut Makruf al-Karkhi tasawuf ialah menimba hakikat realitas-realitas dan berputus asa terhadap apapun yang di tangan mahluk. Tasawuf menurut Makruf al-Karkhi, didasarkan pada syariah dan tuntutan-tuntutan amal ibadah maupun ketaatannya. Sekalipun  tasawuf menafikan perbantahan secara teoritis tentang persoalan agama (Islam) serta lebih menekankan

Tanda Kiamat: Munculnya Dajjal

Sebelum keluarnya Dajjal, akan di dahului dengan musim kemarau yang berkepanjangan selama 3 tahun berturut-turut. Sabda Rosulullah, “Sesungguhnya sebelum keluarnya Dajjal adalah tempo waktu tiga tahun yang sangat sulit, dimana pada waktu itu manusia akan ditimpa kelaparan yang sangat. Allah memerintahkan kepada langit pada tahun pertama darinya untuk menahan 1/3 dari hujan dan memerintahkan kepada …

Continue reading ‘Tanda Kiamat: Munculnya Dajjal’ »

Abdul Wahid bin Zaid, Menangis Karena Rindunya pada Allah

Abdul Wahid ibn Zaid, salah seorang teman Hasan al Basri, yang berasal dai Bashrah Iraq, Abdul Wahid bin Zaid meninggal pada 177 H. Abdul Wahid bin Zaid diliputi rasa takut kepada Allah, berpaling dari kelezatan duniawi, baik dalam makan maupun minum sekedarnya, ataupun dalam tindakan lain, yang tidak keluar dari batasan kezuhudan Nabi Muhammad dan …

Continue reading ‘Abdul Wahid bin Zaid, Menangis Karena Rindunya pada Allah’ »

Rabi bin Khatsim, Takut terhadap Akhirat

Rabi bin Khatsim, yang meninggal pada 67 H. Rabi bin Khatsim berasal dari Kufah, Beliau adalah tokoh Zuhud  pada abad pertama, masa pemerintahan Muawiyyah. di Kuffah cenderung pada aliran Syi’ah dan Raja’iyyah. al-Sya’rani mengutip per kata an Rabi bin Khatsim, : “Duh saudaraku! Jadilah pelindung bagi dirimu sendiri. kalau tidak kamu akan hancur.” Juga ucapannya, …

Continue reading ‘Rabi bin Khatsim, Takut terhadap Akhirat’ »

Dzikir Kolbu

Setelah kita membahas  Proses Berdzikir, Dzikir Lisan, Dzikir Nafas Selanjutnya kita akan membahas tentang Dzikir Kolbu.  Pada tahap ini yang berdzikir adalah hati, atau kolbu.  Supaya kolbu lebih “hidup” dalam arti dapat merasakan Kehadiran Illah, Robb. Dalam menjalani Jalan yang Suci ini, kedudukan dzikir Kolbu adalah sangat  strategis karena pada tahap inilah kolbu benar-benar dilatih …

Continue reading ‘Dzikir Kolbu’ »

Getaran Hati, Suhrowardi al Baghdadi

Suhrowardi al Baghdadi,  Tariqoh Suhrawardiyyah dengan anak saudaranya, Syihabuddin Abu Hash ‘Umar Suhrowardi al Baghdadi ( 539 – 632 H ). Tokoh yang terakhir ini pula yang menyusun kitab ‘Awarif al-Ma’arif, yang berisi aturan-aturan tariqot tersebut, dan Suhrowardi al Baghdadi dipandang sebagai pendiri tariqot yang sebenarnya.

Tips Menjauhkan Diri dari Hawa Nafsu, Ibrahim Ibnu Adham

Ibrahim Ibnu Adham ,  yang meninggal pada 161 Hijriyyah. Adalah Asketis angkatan awal. Ibrahim Ibnu Adham putra raja dari kerajaan Balkh, Dia lebih suka menjadi Sufi.  Suatu ketika Ibrahim Ibnu Adham , diberitahu tentang harga daging yang melonjak naik. Ibrahim Ibnu Adham ber kata, ” Apa kah ada orang-orang meminta harganya diturunkan?” atau lebih baik …

Continue reading ‘Tips Menjauhkan Diri dari Hawa Nafsu, Ibrahim Ibnu Adham’ »

Pertanyaan Malaikat di Dalam Kubur

PERTANYAAN MALAIKAT DIDALAM KUBUR Tanya : Man Rabbuka? Siapa Tuhanmu? Jawab : Allahu Rabbi. Allah Tuhanku. Tanya : Man Nabiyyuka? Siapa Nabimu? Jawab : Muhammadun Nabiyyi. Muhammad Nabiku Tanya : Ma Dinuka? Apa agamamu? Jawab : Al-Islamu dini. Islam agamaku Tanya : Man Imamuka? Siapa imammu? Jawab : Al-Qur’an Imami. Al -Qur’an Imamku Tanya : Aina …

Continue reading ‘Pertanyaan Malaikat di Dalam Kubur’ »

al-Harits bin As’ad al-Muhasibi

al Harits bin As’ad al-Muhasibi, berasal dari Bashra yang meninggal di Baghdad tahun 243 H. Beliau di beri gelar al-Muhasibi karena  suka melangsungkan introspeksi. Harits bin As’ad al-Muhasibi mengarang berbagai kitab yang terkenal salah satu Kitab karyanya , al-Ri’ayah li Huquq al-Insan, salah satu karya Islam yang terindah tentang kehidupan batin.

Asmaul Husna 81 – 100

Asmaul Husna 81 – 100: 81. AL MUNTAQIMU Artinya : Dzat yang maha menyiksa, yaitu Dia akan selalu membalas hamba-hambaNya telah berdurhaka kepadaNya dengan siksa nanti di hari kiamat. Keutamaannya : a. Bisa memperoleh perlindungan dari kejahatan orang b. Bisa terhindar dari segala macam fitnah Cara mengamalkannya : Barang siapa membaca “YAA MUNTAQIMU” sebanyak 400 …

Continue reading ‘Asmaul Husna 81 – 100’ »

Hasan Bashri , Selalu Takut Pada Allah

Hasan Bashri, meninggal tahun 110 Hijjri yang nama lengkapnya ialah al Hasan ibn Abi al-Hasan Abu Sa’id, beliau lahir di Medina tahun 21 Hijriyyah. Ibunya seorang hamba sahaya Ummu Salamah, isteri Nabi Muhammad saw. Hasan Bashri tumbuh dalam lingkungan yang sholeh dan mendalam pengetahuan Islam nya. Hasan Bashri pula menerima hadist dari sebagian sahabat Rosul.

Asmaul Husna 21 – 40

 Asmaul Husna 21 – 40 : 21. AL QOOBIDHU Artinya : Dzat yang maha menggenggam rejeki, yaitu menggenggam di dalam menyempitkan hidup dengan mengurangi rejeki hamba-hambaNya yang dikehendaki. Keutamaan Asmaul Husna : a. Bisa mendekatkan diri kepada penciptanya (Allah) b. Bisa menjauhkan diri dari segala macam ancaman Cara mengamalkan  Asmaul Husna  : Barang siapa membaca “YAA QOOBIDHU” …

Continue reading ‘Asmaul Husna 21 – 40’ »

Metode untuk Makrifat dengan Tuhan

Metode untuk Makrifat dengan Tuhan   Dalam Surat Al-Kahfi ayat 110, Allah berfirman:  “Maka barang siapa yang ingin menemukan Allah, maka hendaklah ia mengerjakan amalan baik dan janganlah ia mempersekutukan siapapun dalam beribadah kepada Allah.” Ayat di atas itulah yang  menjadi pegangan mereka untuk mencapai tujuan ber makrifat dengan Tuhan . Para sufi menempuh berbagai  metode …

Continue reading ‘Metode untuk Makrifat dengan Tuhan’ »

Ikhlas, Kesabaran, Kerendahan Hati dari Abu Said al-Kharroz

Abu Said al-Kharroz, yang meninggal pada tahun 279 Hijriyyah. Beliau adalah sebagai sufi yang  banyak menaruh perhatiannya pada tingkatan-tingakatan dan keadaan-keadaan dalam perjalanan menuju Allah. Hal ini diuraikan Abu Said al-Kharroz dalam Kitab karya nya yang berjudul Thoriq ila Allah wa Kitab al-Shidq.

Hakekat Fana, al-Qusyairi

al Qusyairi, yang wafat pada tahun 465 H,ijriyyah  Karya al-Qusyairi yang sangat Fenomenal adalah Risalah Qusyairiyyah. Dalam Kitabnya tersebut al-Qusyairi berpendapat tentang Fana’ , “Barangsiapa menyaksikan terjadinya kemampuan diluar berbagai kondisi hukum maka dikatakan bahwa dia fana’ dari apapun yang terjadi pada makhluk.”

Malik bin Dinar, Sufi penulis Mushaf al Qur’an

Malik bin Dinar, yang meninggal pada 131 H. Ibn Khallikan menulis sebagai berikut:  “Malik bin Dinar adalah ilmuwan yang zuhud dan rendah hati. Dia adalah seorang yang suka merendah dan tidak mau makan kecuali dari hasil kerjanya sendiri. Dan kerjanya adalah menulis mushaf dengan upah.” Malik bin Dinar Ber kata :  ” Barang siapa menyertai …

Continue reading ‘Malik bin Dinar, Sufi penulis Mushaf al Qur’an’ »