Dzikir Kolbu menuju Dzikir Abadi

Walijo dot Com

Orang yang selalu melanggengkan bershalawat Kepada Nabi dan ber dzikir kepada Allah swt, niscaya mereka bertambah dekat kepada Allah dan Rasulullah-Nya, seperti sabda Rosullullah:
Orang yang paling utama bersamaku kelak pada hari kiamat adalah mereka yang palig banyak membaca shalawat untukku.

Dan Rasulullah saw memperingatkan bilamana mereka tidak berdzikir dan bershalawat di dalam kehidupannya, bahkan melalaikan  sholawat dan berdzikir, mereka akan merugi di hari kiamat,  sebagaimana sabda beliau Nabi Muhammad saw:
Tidaklah sesuatu kaum duduk dalam suatu tempat dimana mereka tidak berdzikir kepada Allah Azza wa Jalla serta membaca shalawat kepada nabi saw. kecuali mereka menyesal kelak pada hari kiamat.

Adapun Dzikir Kolbu yang langgeng, yaitu dzikirnya para malaikat yang selalu patuh kepada Allah swt. Dan selalu taat melaksanakan tugasnya masing-masing.

Sedangkan manusia harus melalui latihan-latihan dalam melaksanakan Dzikir Kolbu kepada Allah. Di saat latihan-latihan ber Dzikir Kolbu tentulah mengalami berbagai rintangan dan hambatan tetapi harus dan tetap tabah, karena rintangan dan hambatan itu sebagai cambuk semangat dalam melaksanakan Dzikir Kolbu kepada Allah, dalam firman Allah dijelaskan disurat Al-A’raf ayat 205-206:

Dan sebutlah (nama) Tuhanmu dalam hatimu dengan merendahkan diri dan rasa takut dan tidak mengeraskan suara diwaktu pagi dan petang dan janganlah kamu termasuk orang-orang yang lalai
Sesungguhnya malaikat-malaikat yang ada disisi (Allah) (Tuhanmu) tidaklah merasa enggan menyembah Allah dan mereka mentasbihkanNya dan hanya kepadaNyalah mereka bersujud.


Dzikir Kolbu diawali dari dzikir lisan atau dzikir nafas, bila hatinya tergetar, sekecil apapun getaran di hati / kalbu lalu dikembangkan ke seluruh anggota tubuh. Dan dilanjutkan gerakan kalbu untuk ber Dzikir Kolbu, suarakan kalbumu untuk mengatakan; Allah, Allah, Allah…

Proses itu membutuhkan waktu,  mungkin hanya satu hari atau dua hari, mungkin juga  bisa berbulan-bulan, sampai Anda mengalami pengalaman  spiritual dalam dzikir posisi yang di alam sana: memasuki tempat yang maha luas tak terlindungi oleh naungan apapun, tempat itu terbuka amat luasnya terisi oleh para jamaah,  yang sedang berdzikir, tempat ini “ladang para jamaah” nya orang-orang yang sedang berdzikir.

Kalau sudah memasuki alam itu berarti kita sudah terpaling ke tempat jamaahNya dimana di dalam al Qur’an ditegaskan disurat Al-Fajr ayat 27-30:
27. hai jiwa yang tenang.
28. kembalilah kepada Tuhanmu dengan hati yang puas (ridlo) lagi diridhaiNya.
30. maka masuklah kedalam jamaah hamba-hambaKu.
30. dan masuklah ke dalam surgaKu.

Sepatutnya kita dapat terpanggil seperti yang maksud dari ayat tersebut diatas.

kolbudzikirnya para malaikatdzikir qolbu menuju dzikir abadicara zikir kalbudzikir abadi

2 Comments

  1. amaliyah ibarat suatu praktik dr teori (syariat) karena
    masih samarnya jalan yg akan dilalui maka sangat
    dibutuhkan pembimbing(mursyid) yg mana
    merupakan seorang yg telah sempurna laku syariat &
    hakikatnya(insan kamil) yg sudah sepi dr pamrih
    duniawinya sehingga bimbingannya benar2 telah ikhlas karena ALLOH semata,mursyid ini bukannya
    mengangkat diri atau diangkat oleh orang,melainkan
    telah menerima amanah(secara sirri) dr ALLOH S.W.T.
    utk melanjutkan tugas nabi Muhammad s.a.w(ulama
    pewaris) guna membimbing manusia kepada
    sempurnanya iman & ahlak yg mulia,secara makna lafadz ” waliyan mursyidan ” bisa dibaca &
    direnungkan di dlm Al Qur’an surat Al Kahfi ayat 17,
    Trimakasih kang walijo tulisan2nya insyaALLOH
    manfaat,moho maaf bukan maksud
    menggurui,hamba yg penuh dosa ini hanya mampu
    menyampaikan apa adanya,sekaligus ijin copas beberapa artikelnya kang walijo,makasih.

Leave a Reply