Tag: tasawuf

Fana dalam Kesatuan Al Harawi al Anshari

Permalink to Fana dalam Kesatuan Al Harawi al Anshari
Al Harawi al Anshari, yang nama lengkapnya, Abu Isma’il Abdullah bin Muhammad al-Anshari, yang lahir di Herat, Khurasan. Al Harawi al Anshari adalah seorang faqih Hambaliyah. Karya Al Harawi yang terkenal ialah Manazil as-Sa’irin ila Rabb al-‘Alamin. Di kitab tersebut dia berkata, “Kebanyakan ulama kelompok ini sependapat bahwa tingkatan akhir tidak dipandang benar kecuali dengan benarnya tingkatan

Ruh dan Raga Beribadah Haji

Permalink to Ruh dan Raga Beribadah Haji
Artikel ini adalah cuplikan dari Ebook Rahasia Makrifat Haji Ruh Labaika Allahumma Labaika, labaika laa syariika laka labbaik, innal hamda wanni’matalaka walmulka, laasyariika laka…… Aku taati panggilan Mu Ya Allah, aku penuhi, aku penuhi dan tidak ada sekutu/serikat bagiMu dan aku taat kepadaMu, sesungguhnya segala puji, nikmat dan Kerajaan itu kepunyaanMu, Tidak ada sekutu bagi

Rabiah al-Adawiyyah: Mahabbah Cinta

Permalink to Rabiah al-Adawiyyah: Mahabbah Cinta
Banyak Ajaran sufi yang diriwayatkan berasal dari Rabiah al-Adawiyyah, yang seterusnya menjadi perbincangan para sufi setelahnya. Rabiah al-Adawiyyah berkata pula : ” Amalan yang timbul dari diriku tidak berarti bagiku”. Dalam al-Bayan wa al-Tabyin, suatu ketika ditanya Rabiah al-Adawiyyah : ” Apakah suatu amal yang kau lakukan itu dipandang diterima?” Jawabnya: “Seandainya amal itu ada artinya

Rabi ibn Khatsim, Tokoh Zuhud/Sufi Pada Masa Muawiyyah

Rabi ibn Khatsim, yang meninggal pada 67 H. Beliau  berasal dari Kufah, Beliau adalah tokoh Zuhud  pada abad pertama, masa pemerintahan Muawiyyah. di Kuffah cenderung pada aliran Syi’ah dan Raja’iyyah. al-Sya’rani mengutip per kata an Rabi bin Khatsim, : “Duh saudaraku! Jadilah pelindung bagi dirimu sendiri. kalau tidak kamu akan hancur.” Juga ucapannya, : “Segala

Ibnu Khaldun, Latihan Rohaniah Dengan Rasa

Permalink to Ibnu Khaldun, Latihan Rohaniah Dengan Rasa
Ibnu Khaldun Tersingkapnya hakikat realitas yang wujud, iluminasi, Ibnu Khaldun mengungkapkan bahwa, para sufi melakukan latihan rohaniah dengan mematikan kekuatan syahwat serta menggairahkan ruh dengan jalan menggiatkan dzikir. Dengan dzikir, jiwa bisa mengalami hakikat realitas tersebut, jika hal ini tercapai, maka yang wujud pun telah terkonsentrasikan dalam  dalam pemahaman seseorang, yang berarti ia berhasil menyingkap