Tag: Rabiah

Ajaran Tasawuf: Mahabbah, Syauq

* Ajaran Tasawuf:¬† Mahabbah: kecenderungan kepada Allah secara paripurna, mengutamakan urusan-Nya atas diri sendiri, jiwa dan hartanya, sepakat kepada-Nya lahir dan batin, dengan menyadari kekurangan diri sendiri (Syaikh alMuhasibiy). Rabi’ah berkata: “Orang yang mahabbah kepada Allah itu tidak habis rintihan kepada-Nya sampai ia dipanggil ke sisiNya.

Rabiah al-Adawiyyah: Mahabbah Cinta

Permalink to Rabiah al-Adawiyyah: Mahabbah Cinta
Banyak Ajaran sufi yang diriwayatkan berasal dari Rabiah al-Adawiyyah, yang seterusnya menjadi perbincangan para sufi setelahnya. Rabiah al-Adawiyyah berkata pula : ” Amalan yang timbul dari diriku tidak berarti bagiku”. Dalam al-Bayan wa al-Tabyin, suatu ketika ditanya¬†Rabiah al-Adawiyyah : ” Apakah suatu amal yang kau lakukan itu dipandang diterima?” Jawabnya: “Seandainya amal itu ada artinya

Kisah Siti Rabi’ah Al Adawiyyah dan Hasan Al Basri

Permalink to Kisah Siti Rabi’ah Al Adawiyyah dan Hasan Al Basri
Suatu hari Sufi Agung Wanita Siti Rabi’ah Al Adawiyyah lewatlah di depan rumah Waliyullah lainnya Hasan Al-Basri, pada saat itu Imam Hassan Al Basri sedang duduk termenung di jendela dengan menangis dan air matanya menetes mengenai pakaian Rabi’ah. Awalnya Rabi’ah mengira bahwa hujan sedang turun tetapi ketika menengadah ke atas barulah beliau sadar bahwa air

Rabiah al Adawiyyah : Kisah dan Jatidiri

Permalink to Rabiah al Adawiyyah : Kisah dan Jatidiri
Rabiah al Adawiyyah nama lengkapnya adalah Ummul Khair Rabiah binti Isma’il al-Adawiyah al-Qisiyyah. Dia lahir di Bashrah, lalu hidup sebagai hamba sahaya di keluarga ‘Atik , Muslim yang kaya dan banyak uang . dikisahkan dari beberapa riwayat yang menghubungkan Rabiah Adawiyyah dengan Hasan al-Bashri. Tapi masalahnya Rabiah meninggal pada tahun 185 H, Hasan al-Bashri meninggal

Tokoh-Tokoh Sufi Abad ke Abad

Fase awal perkembangan dunia tasawuf dirintis oleh Tokoh Sufi , tumbuh dari abad pertama dan kedua Hijriyah. Pada jaman ini Pula dikalangan Muslim sudah terdapat individu-individu yang lebih memusatkan dirinya pada ibadah, tidak mementingkan makanan, pakaian maupun tempat tinggal. Mereka lebih memusatkan diri pada jalur kehidupan dan tingkah laku yang asketis dan Zuhud. diantara tokoh-tokoh