Kategori: Sufi

Syekh Siti Jenar : Manunggaling Kawula Gusti

Permalink to Syekh Siti Jenar : Manunggaling Kawula Gusti
Syekh Siti Jenar (juga dikenal dalam banyak nama lain, antara lain Sitibrit, Lemahbang, dan Lemah Abang) adalah seorang tokoh yang dianggap Sufi dan juga salah satu penyebar agama Islam di Pulau Jawa. Tidak ada yang mengetahui secara pasti asal-usulnya. Di masyarakat terdapat banyak varian cerita mengenai asal-usul Syekh Siti Jenar. Tidak terdapat cukup bukti bahwa

al-Harits bin As’ad al-Muhasibi, Tahapan-Tahapan Ma’rifat

Permalink to al-Harits bin As’ad al-Muhasibi, Tahapan-Tahapan Ma’rifat
al Harits bin As’ad al-Muhasibi, berasal dari Bashra yang meninggal di Baghdad tahun 243 H. Beliau di beri gelar al-Muhasibi karena  suka melangsungkan introspeksi. Harits bin As’ad al-Muhasibi mengarang berbagai kitab yang terkenal salah satu Kitab karyanya , al-Ri’ayah li Huquq al-Insan, salah satu karya Islam yang terindah tentang kehidupan batin.

Abu Sulaiman Darani, Ketika Seorang Sufi Menangis

Abu Sulaiman al-Darani, berasal dari Daran, Damaskus, Syria.  Yang wafat pada tahun 215 H. Abu Sulaiman al-Darani ber kata , “Tidak seorang pun bersikap asketis ( zuhud) terhadap pesona dunia ini kecuali yang ada pada kalbunya, oleh Allah, diletakkan cahaya yang membuatnya selalu terpesona oleh hal akhirat.” Dalam hal ini Abu Sulaiman al-Darani, menjadi landasan pengetahuan

Metode untuk Makrifat dengan Tuhan

Permalink to Metode untuk Makrifat dengan Tuhan
Metode untuk Makrifat dengan Tuhan   Dalam Surat Al-Kahfi ayat 110, Allah berfirman:  “Maka barang siapa yang ingin menemukan Allah, maka hendaklah ia mengerjakan amalan baik dan janganlah ia mempersekutukan siapapun dalam beribadah kepada Allah.” Ayat di atas itulah yang  menjadi pegangan mereka untuk mencapai tujuan ber makrifat dengan Tuhan . Para sufi menempuh berbagai  metode

al Qusyairi diajari Berbagai Ilmu oleh Nabi Khidir

Kisah ini tentang Nabi Khidir yang mengajarkan berbagai macam ilmu kepada al-Qusyairi, dengan bekal ini al Qusyairi menulis ribuan kitab yang menjadi rujukan dan pedoman bagi ulama’ sesudahnya. Tatkala Abul Qosim al-Qusyairi, baru meninggalkan kampung halamannya untuk menuntut ilmu ke Bukhara. sejenak ia teringat betapa pakaian yang dikenakannya terkena percikan najis saat ia bekerja membantu