Tokoh-Tokoh Sufi Abad ke Abad

Selamat datang di Walijo.com. Terima kasih telah sudi untuk membaca artikel ini, semoga artikel ini bermanfaat bagi Anda dan bagi kami.

Fase awal perkembangan dunia tasawuf dirintis oleh Tokoh Sufi , tumbuh dari abad pertama dan kedua Hijriyah. Pada jaman ini Pula dikalangan Muslim sudah terdapat individu-individu yang lebih memusatkan dirinya pada ibadah, tidak mementingkan makanan, pakaian maupun tempat tinggal. Mereka lebih memusatkan diri pada jalur kehidupan dan tingkah laku yang asketis dan Zuhud. diantara tokoh-tokoh sufi pada zaman ini adalah Hasan al-Bashri (meningg4l pada 110 H) ,  Rabi’ah al-Adawiyah  (meningg4l pada 185 H). Sufyan -al-Tsauri .

Sejak abad ketiga Hijriyah para tokoh sufi mulai menaruh perhatian pada hal yang berkaitan dengan jiwa dan tingkah laku, ditandai dengan moral yang karakteristik, sehingga tasawuf berkembang menjadi ilmu moral keagamaan.

Mulai lah dibahas hubungan Dzat Ilahi dengan manusia, kemudian disusul perbincangan tentang fana’ , khususnya oleh Abu Yazid Al Bustami.  Dari sinilah tumbuh pengetahuan tentang sufi.

Pada abad ketiga dan keempat Hijriyah, ada beberapa tokoh sufi yang terkenal  seperti al-Junaid, al-Sirri al-Saqothi (meningg4l 253 H),  al-Kharraz, yang memiliki banyak murid. inilah yang menjadi cikal bakal tariqat-tariqat sufi dalam Islam. Sedangkan tokoh sufi lainnya adalah Dzun Nun al-Mishri (meningg4l 245 H), al-Thusi karya Luma’, al-Sya’rani kitabnya al-Thabaqat a-Kubra. al-Junaid ( meningg4l 298),  Abu Hamzah al-Baghdadi (meningg4l 298 H), Abu al-Husain al-Nuri (meningg4l 295 H)

Abad ketiga Hijriyah, juga muncul jenis tasawuf lain yang diwakili al-Hallaj, yang kemudian dihukum m*ti, karena menyatakan pendapatnya tentang hulul (309 H). Tokoh sufi yang lain diantaranya Abu Hasan al-Asy’ari (meningg4l tahub 324 H) , Abu bakr Muhammad ibn Abu Bakr al-Thusi (meningg4l 405 H), Abu ishha al-Isfarayini meningg4l  418 H,  al-Harawi, Al-Qusyairi ( meningg4l 465 H)

Lalu pada abad kelima Hijriyah muncullah Imam al-Ghazali,  yang sepenuhnya menerima tasawuf berdasarkan al-Qur’an dan as-Sunnah, dengan tujuan asketisme, hidup sederhana, pelurusan jiwa,  dan pembinaan moral. Imam al-Ghazali berhasil memancangkan prinsip-prinsip tasawuf yang moderat, seiring dengan aliran Ahlus Sunnah wal Jama’ah, dan bertentangan dengan jenis tasawuf  al-Hallaj dan Abu Yazid al-Bustami mengenai soal karakter manusia.

Pada abad keenam Hijriyah, Karena pengaruh kepribadian al-Ghazali yang begitu besar, pengaruh tasawuf sunni semakin meluas dalam dunia Islam. yang memunculkan para tokoh sufi yang mengembangkan tariqat-tariqat dalam mendidik murid mereka, tokoh sufi tersebut misalnya Sayyid Ahmad al-Rifa’i (meningg4l pada 570 H) dan Sayyid ‘Abd al-Qadir al-Jailani (meningg4l pada 651 H). al-Lakhmi (meningg4l 650 H)

Selain itu Pada abad keenam Hijriyah pulalah munculnya beberapa tokoh sufi yang memadukan antara tasawuf dan Filsafat. Tokoh-tokoh sufi tersebut adalah al-Syuhrawardi al-Maqtul (meningg4l pada549 H),  Syeikh Akbar Muhyiddin ibnu ‘Arabi (meningg4l 638 H), Umar ibn al-Faridh (meningg4l 669 H),   ‘Umar al-Faridh (meningg4l 632 H), ‘ Abd al-Haqq ibn Sab’in al-Mursi (meningg4l 669)

Pada abad ketuju Hijriyah muncul sufi islam yang lain dengan menempuh jalan yang sama, yang terkenal diantaranya, Abu al-Syadzilli (meningg4l 656 H),  Abu al-Abbas al-Mursi (meningg4l pada 686 H), Ibn ‘Atha’illah al-Syakandari (meningg4l 709 H). mereka para tokoh sufi aliran Syadziliyyah sebagai kesinambungan jenis tasawuf Sunni al-Ghazali. Ibn Taimiyah (meningg4l 728 H). Ibn Qayyim (meningg4l 751 H), al-Farkawi ( meningg4l 795 H)

Pada masa setelah Abad ke tujuh berkembanglah berbagai Tariqat dengan  sangat pesat dalam berbagai aliran.

Tokoh sufi dan ajarannya, akan kita bahas dalam posting selanjutnya satu persatu, insya Allah.

Mari kita berbagi artikel ini di Facebook atau Twitter. sehingga teman teman Anda juga bisa membaca artikel ini. Silakan dibookmark atau simpan laman ini agar Anda bisa dengan mudah membaca artikel ini lagi dilain waktu. Jangan Lupa untuk meninggalkan jejak di artikel ini, dengan menulis komentar, Terima Kasih...

Recent search terms:

Tags: #al-Hallaj #al-Junaid #ar-Rumi #Fana’ dan Hulul #Ibn 'Arabi #Rabiah #sufi #tasawuf #Tokoh-Tokoh Zuhud #wali

al Hallaj, Ana al Haqq Akulah Kebenaran Tertinggi
Selamat datang di Walijo.com. Terima kasih telah sudi untuk membaca artikel ini, semoga
Kisah Abu Ubaidah al Jarrah, Sahabat Nabi Yang Terpercaya
Selamat datang di Walijo.com. Terima kasih telah sudi untuk membaca artikel ini, semoga
Kisah Syekh Sarri as Saqati dan Tuhfah Budak Yang Cantik
Selamat datang di Walijo.com. Terima kasih telah sudi untuk membaca artikel ini, semoga
Ibrahim ibn Adham Ditegur Langsung Oleh Nabi Khidir
Selamat datang di Walijo.com. Terima kasih telah sudi untuk membaca artikel ini, semoga
  1. author

    Putune Sunan ngudung6 tahun ago

    @ tinton dan semua : kajian ini ada di diskusi FB
    Sumonggo Belajar Tauhid di
    /www.facebook.com/group.php?gid=111328125579691&v=app_2373072738&ref=ts

    Balas
  2. author

    tinton7 tahun ago

    maw tanya ne mas,,ktk sy berdzikir dg posisi org m*ti,,tubuh saya terasa melayang dan seperti naik ke atas dan di ajak ke suatu alam yg blm pnh sya temui,,yg saya tanyakan dmnakah saya pd saat itu,dan siapakah yg mengajak saya terbang ke alam yg blm pnh saya temui itu..terima kasih mhon dblz

    Balas
    • author
      Penulis

      Walijo7 tahun ago

      Salam, Sahabat Tinton, Mungkin Comment Anda lebih pas klo berada artikel ttg Dzikir Nafas atau dzikir kolbu, tapi tidak masalah akan saya jawab pertanyaan Anda, sebisa saya. Klo saya salah, mohon dikoreksi.

      Saya salut dengan Sahabat Tinton, Jarang sekali orang mempunyai pengalaman seperti Anda mungkin dari 1000 orang hanya ada satu atau dua orang saja yang mengalaminya atau bahkan mungkin diantara sejuta orang.

      Pengalaman spiritual Anda ini Sangatlah istimewa, yang Anda alami adalah proses dimana eksistensi diri dalam hal ini raga tergantikan oleh eksistensi Ruh, sehingga Ruh “benar-benar” menguasai keberadaan Raga. Anda tidak pergi kemana-mana, seolah-olah Anda merasa melayang terbang, padahal Anda mengarungi diri pribadi Anda sendiri.

      Siapa yang mengajak? sebenarnya tidak ada yang mengajak, karena Anda sudah mempersiapkan diri Anda sebelumnya yaitu dengan berdzikir kolbu maka Allah ta’ala meningkatkan pengalaman Anda, Insya Allah Maqom Anda juga meningkat.
      Terima kasih.

      Balas

Tinggalkan pesan "Tokoh-Tokoh Sufi Abad ke Abad"