Imam Ghozali, Mengenal Allah
Imam Ghozali memiliki karya yang sangat terkenal, yaitu Ihya’ Ulumuddin, sel ain itu dia pula mempunyai karya yang lain: “Munqid min Dhalal, Maqashid Falasifah, Tahafut Falasifah, Iqtishad fi I’tiqad, Jam Awam’an ‘Ilm Kalam, Mi’yar ‘Ilm, Al-Mustashfa (ushul Fiqh), Minhaj “Abidin, Kimia’ Sa’adah, Risalah Laduniyyah, Misykat al-Anwar, Madhmun bih ‘ala Ghair Ahlil, Maqshid Asna fi Syarkh Asma’ Allah al-Husna, dll. Karya Imam Ghozali sangat banyak dan semuanya bermanfaat. Sementara menurut Ibn Khallikan Ihya’ Ulumuddin dipandang sebagai karya Imam Ghozali yang paling bagus serta luas. Read more…
Categories: Tokoh Sufi Tags: al-Ghozali, sufi, tasawuf
Abu Sulaiman al-Darani
Abu Sulaiman al-Darani, berasal dari Daran, Damaskus, Syria. Yang meninggal pada tahun 215 H. Abu Sulaiman al-Darani ber kata , “Tidak seorang pun bersikap asketis ( zuhud) terhadap pesona dunia ini kecuali yang ada pada kalbunya, oleh Allah, diletakkan cahaya yang membuatnya selalu terpesona oleh hal akhirat.” Dalam hal ini Abu Sulaiman al-Darani, menjadi landasan pengetahuan mistis serta pencapaian kolbu. Read more…
al Busthomi Fana dan Penyatuan
Abu Yazid al Busthomi yang nama lengkapnya Thaifur ibn ‘Isa ibn Sarusyan, Beliau berasal dari Bustham. Meninggal pada tahun 261 H (riwayat lain 264 H ).
Beberapa Kitab yang mengisahkan tentang al Busthomi diantaranya: Thabaqat al-Shufiyyah karya dari al-Sulami, al-Luma’ karya dari al-Thusi, al-Risalah al-Qusyairiyyah karya al-Qusyairi.
al Busthomi begitu diliputi keadaan Fana’, tercermin dari banyak ungkapannya yang diriwayatkan berasal darinya dia berkata : ” Mahluk mempunyai berbagai keadaan. Tapi Seorang arif tidak mempunyai keadaan. Sebab ia mengabaikan
aturan-aturannya sendiri. Identitasnya sirna pada identitas yang lainnya, dan bekas-bekasnya gaib pada bekas-bekas lainnya.” Hal ini mustahil terjadi kecuali dengan ketertarikan penuh seorang arif kepada Allah, sehingga dia tidak menyaksikan selain-Nya. Seorang arif, menurut Abu Yazid al al Busthomi , “dalam tidurnya tidak melihat selain Allah, dan dalam jaganya pun tidak melihat selain Allah. Dia tidak seiring dengan yang selain Allah, dan tidak menelaah selain Allah. Read more…
Categories: Tokoh Sufi Tags: al-Busthami, Fana, Ibnu Atho'illah, sufi, tasawuf
Wahdatul Wujud, Ibnu Sabin
Ibnu Sabin adalah seorang sufi dan juga Filosof dari Andalusia, yang mempunyai nama lengkap, ‘Abdul Haqq ibn Ibrahim Muhammad ibn Nashr. Dia dipanggil Ibn Sab’in dan digelari Quthbuddin, kadang juga dipanggil Abu Muhammad. Beliau lahir tahun 614 H (1217-1218 M) di Murcia. Ibnu Sabin tumbuh dalam keluarga bangsawan, Ayahnya adalah penguasa di Murcia. Ibnu Sabin berguru kepada Ibn Dihaq yang dikenal dengan Ibnu Mir’ah ( wafat 611 H) pensyarah Read more…
Categories: Tokoh Sufi Tags: Ibnu Sab'in, makrifat, sufi
Sunan Kalijaga, Dzikir dan Suluk
Sunan Kalijaga atau Sunan Kalijogo adalah pemimpin para Wali di tanah Jawa. Sunan Kalijogo sangat melegenda di Masyarakat Jawa.
Dalam mendekatan diri kepada Allah swt, Sunan Kalijogo menggunakan dzikir sebagai sarananya. Berbagai macam bacaan dzikir beliau ajarkan kepada muridnya , begitupun cara berdzikirnya, mulai dzikir lisan, dzikir nafas , dzikir kolbu, dzikir ruh, dzikir perbuatan dll.
Beliau mengajarkan Dzikir kepada seseorang sesuai dengan tingkat ketaqwaan atau maqom orang tersebut, jadi wajar saja jika di masyarakat banyak yang mengaku bersumber dari ajaran Sunan Kalijaga, meskipun mereka berbeda baik bacaan maupun caranya berdzikir. Read more…
Categories: Tokoh Sufi Tags: dzikir, makrifat, sufi, suluk, sunan kalijogo, tasawuf, wali
Puisi Sufi : Ruh
RUH
Wahai Ruh yang masih bertempat di raga manusia
Bebaskan dirimu dari cengkeraman Hawa Nafsu
Yang sekian lama kau dijajah, dikuasai, diperbudak, diperintah
Kau dijerat dengan kesibukan duniawi Read more…
Categories: Puisi, Tokoh Sufi Tags: M. Ali, Puisi Sufi, Roh, Ruh
Abu Hassan Syadzili, Tariqat Syadziliyyah
Tarikat Syadziliyyah dinisbatkan kepada Abu Hassan Syadzili, yang berasal dari Syadzilah Tunisia, dan dari sana pula bersama-sama muridnya pergi ke Mesir lalu tinggal di kota Iskandariah, sekitar tahun 642 H. Syeikh Abu ‘Abbas al-Mursi ( wafat tahun 686 H) , yang kemudian menggantikan Abu Hassan Syadzili dalam memimpin Tariqoh ini kemudian digantikan oleh Ibnu ‘Atho’illah al-Syakandari. Read more…
Categories: Tokoh Sufi Tags: al-Mursi, al-Syadzili, Ibnu Atho'illah, Tariqat