Posts Tagged ‘tasawuf’

Suhrawardi al Maqtul

Suhrawardi al Maqtul , Yang mempunyai nama lengkap, Abu al-Futuh Yahya bin Habsy bin Amrak, bergelar Syihabuddin, dikenal pula sebagai al-Hakim (Sang Bijak). Berasal dari Suhraward, yang lahir pada 550 Hijriyah. Beliau meninggal dengan cara dibunuh di Halb (Aleppo), atas perintah Shalahuddin al-Ayyubi, pada tahun 587 Hijriyyah, karena peristiwa itu ia diberi gelar al-Maqtul (yang dibunuh). Ada Sufi lain yang Read more…

1 comment - What do you think?  Posted by Admin - April 17, 2012 at 6:23 pm

Categories: Tokoh Sufi   Tags: , , , , , ,

Awal Perkembangan Tasawuf

Tasawuf merupakan jalan untuk menjernihkan kembali kalbu dari dosa-dosa dan hijab yang menutupinya, agar lebih dekat pada Allah swt. Tasawuf untuk meningkatkan jiwa seorang manusia, secara moral, melalui latihan-latihan praktis tertentu, kadang untuk menyatakan pemenuhan fana’ dalam Realitas Yang Tertinggi serta pengetahuan tentang-Nya secara intuitif, tidak secara rasional, yang buahnya adalah kebahagiaan rohaniah, yang hakekat realitasnya sulit diungkapkan dengan kata-kata, sebab bercorak intuitif dan subyektif. Read more…

2 comments - What do you think?  Posted by Admin - at 6:23 am

Categories: Tokoh Sufi   Tags: , ,

Ruh dan Raga Beribadah Haji

 Labaika Allahumma Labaika, labaika laa syariika laka labbaik, innal hamda wanni’matalaka walmulka, laasyariika laka……

Aku taati panggilan Mu Ya Allah, aku penuhi, aku penuhi dan tidak ada sekutu/serikat bagiMu dan aku taat kepadaMu, sesungguhnya segala puji, nikmat dan Kerajaan itu kepunyaanMu, Tidak ada sekutu bagi Mu…… Read more…

1 comment - What do you think?  Posted by Admin - April 16, 2012 at 6:23 pm

Categories: Tasawuf   Tags: , , , , ,

Fana dalam Kesatuan Al Harawi

Al Harawi, yang nama lengkapnya, Abu Isma’il Abdullah bin Muhammad al-Anshari, yang lahir di Herat, Khurasan. Al Harawi adalah seorang faqih Hambaliyah. Karya Al Harawi yang terkenal ialah Manazil as-Sa’irin ila Rabb al-’Alamin, di kitab tersebut dia ber kata, “Kebanyakan ulama kelompok ini sependapat bahwa tingkatan akhir tidak dipandang benar kecuali dengan benarnya tingkatan awal, seperti halnya bangunan tidak bisa tegak kecuali didasarkan pada fondasi . Benarnya tingkatan awal adalah dengan menegakkannya di atas keikhlasan serta keikutan terhadap Read more…

Be the first to comment - What do you think?  Posted by Admin - April 15, 2012 at 6:23 am

Categories: Tokoh Sufi   Tags: , , , , , , , , , ,

Pengendalian Diri, Siri as-Saqothi

as-Saqothi merupakan murid dari Ma’ruf al-Kurkhi, Siri as-Saqothi adalah imam masjid Baghdad, yang meninggal tahun 257 H. Siri as-Saqothi berkata, “Kekuatan paling dahsyat ialah hendaknya kau mampu mengendalikan dirimu. Dan barang siapa tidak mampu mengendalikan dirinya, niscaya dia lebih tidak mampu mengendalikan orang lain.” Dan Read more…

Be the first to comment - What do you think?  Posted by Admin - April 14, 2012 at 6:24 pm

Categories: Tokoh Sufi   Tags: , , , ,

Ibnu Khaldun, Hakikat yang Tersingkap

Ibnu Khaldun Dalam karyanya, al-Muqaddimah,  berkata bahwa ada empat obyek utama para sufi:

  • Latihan rohaniah dengan rasa, intuisi, serta introspeksi diri
  • Iluminasi atau hakikat yang tersingkap dari alam gaib, misalnya: sifat-sifat rabbani, ‘arsy, kursi, malaikat, wahyu, ruh, hakikat realitas
    segala yang wujud, yang gaib maupun yang tampak, dan susunan kosmos, Pencipta serta penciptanya.
  • Peristiwa dalam alam maupun kosmos yang berpengaruh pada berbagai bentuk karomah dan keluarbiasaan.
  • Penciptaan ungkapan yang pengertiannya samar (syathahiyyat), reaksi masyarakat awam berupa mengingkarinya, menyetujui, menginterpretasikannya.( Ibnu Khaldun ) Read more…

1 comment - What do you think?  Posted by Admin - at 6:23 am

Categories: Tokoh Sufi   Tags: , , ,

Abu Ubaidah al-Jarroh, Pembersihan Batin Sufi

Abu Ubaidah al-Jarroh, yang meninggal pada pada 18 H.  Abu Ubaidah al-Jarroh, berkata: “Betapa banyak orang yang mencuci bajunya, tapi mengotori agamanya. Dan betapa banyak orang yang memuliakan dirinya sendiri, tapi dia dalam pandangan dirinya tidak ada artinya. Maka bersegeralah kalian memperbaiki keburukan-keburukan lama dengan kebaikan-kebaikan baru. Sebab sekiranya diantara kalian ada yang berbuat keburukan sebanyak apa yang diantaranya dengan langit, lalu dia berbuat sesuatu kebaikan, maka kebaikannya itu akan membumbung tinggi diatas keburukan-keburukannya, sehingga dia mampu mengubahnya.” Read more…

Be the first to comment - What do you think?  Posted by Admin - April 7, 2012 at 6:23 am

Categories: Tokoh Sufi   Tags: , , ,

« Previous PageNext Page »