Tag: tasawuf

al Hallaj, Ana al Haqq Akulah Kebenaran Tertinggi

Permalink to al Hallaj, Ana al Haqq Akulah Kebenaran Tertinggi
Al Hallaj atau Husain ibn Mansur al Hallaj atau biasa disebut dengan Al Hallaj, beliau lahir di Thur di kawasan Baidhah, Iran Tenggara, pada tanggal 26 Maret 866M . Ia merupakan seorang keturunan Persia. Kakeknya adalah seorang penganut Majusi dan ayahnya memeluk Islam. Al-Hallaj merupakan syekh sufi abad ke-9 dan ke-10 yang paling terkenal. Ia terkenal

Tahajudmu Tidak Berguna Jika Melakukan Hal Ini

Permalink to Tahajudmu Tidak Berguna Jika Melakukan Hal Ini
Alkisah ada ahli ibadah bernama Abu bin Hasyim yg kuat sekali tahajudnya. Hampir ber-tahun2 dia tdk pernah absen melakukan sholat tahajud. Pada suatu ketika saat hendak mengambil wudhu utk tahajud, Abu dikagetkan oleh keberadaan sesosok makhluk yg duduk di bibir sumurnya. Abu bertanya, “Wahai hamba Allah, siapakah Engkau?” Sambil tersenyum, sosok itu berkata; “Aku Malaikat

Ajaran Tasawuf: Mahabbah, Syauq

* Ajaran Tasawuf:  Mahabbah: kecenderungan kepada Allah secara paripurna, mengutamakan urusan-Nya atas diri sendiri, jiwa dan hartanya, sepakat kepada-Nya lahir dan batin, dengan menyadari kekurangan diri sendiri (Syaikh alMuhasibiy). Rabi’ah berkata: “Orang yang mahabbah kepada Allah itu tidak habis rintihan kepada-Nya sampai ia dipanggil ke sisiNya.

Hasan Bashri , Ibunya adalah Istri Nabi Muhammad

Permalink to Hasan Bashri , Ibunya adalah Istri Nabi Muhammad
Hasan Bashri , meningg4l tahun 110 Hijjri yang nama lengkapnya ialah al Hasan ibn Abi al-Hasan Abu Sa’id, beliau lahir di Medinah tahun 21 Hijriyyah. Ibunya seorang hamba sahaya Ummu Salamah, isteri Nabi Muhammad saw. Hasan Bashri tumbuh dalam lingkungan yang sholeh dan mendalam pengetahuan Islam nya. Hasan Bashri pula menerima hadist dari sebagian sahabat Rosul.

Hakekat Fana, al-Qusyairi

Permalink to Hakekat Fana, al-Qusyairi
al Qusyairi, yang wafat pada tahun 465 H,ijriyyah  Karya al-Qusyairi yang sangat Fenomenal adalah Risalah Qusyairiyyah. Dalam Kitabnya tersebut al-Qusyairi berpendapat tentang Fana’ , “Barangsiapa menyaksikan terjadinya kemampuan diluar berbagai kondisi hukum maka dikatakan bahwa dia fana’ dari apapun yang terjadi pada makhluk.”