Posts Tagged ‘tasawuf’

Makna Syiiran Gus Dur

Makna Lugas dari Syiiran Gus Dur dalam bahasa Indonesia, sedangkan kandungan makna yang tersirat dalam syiiran Gus Dur, akan Kami Update di bagian bawah dari tulisan ini. Silakan simpan laman ini atau bisa juga di bookmark karena artikel akan kami update dengan uraian dari makna Syiiran Gus Dur dalam perspektif tasawuf. telah kami update dengan video yang dapat Anda saksikan ataupun Anda Download Videonya. Format videonya: mp4, 3gp, flv, wmv, dvd dll

Yarosulalloh salammun’alaik… Yaarofi’asaaniwaddaaroji…   ‘atfatayaji rotall ‘aalami… Yauhailaljuu diwaalkaromi…   Ngawiti ingsun nglarasa syi’iran Kelawan muji maring pengeran Kang paring rohmat lan kenikmatan Rino wengine tanpo petungan. (Kumulai menguntai syairan Dengan memuji pada Tuhan Yang merahmati dan memberi nikmat Siang malam tanpa hitungan )

Syiiran Gus Dur

Syiiran Gus Dur

Read more…

Be the first to comment - What do you think?  Posted by Admin - May 1, 2012 at 11:08 am

Categories: Tasawuf   Tags: , , , , , , , , ,

Imam Ghozali, Mengenal Allah

Imam Ghozali memiliki karya yang sangat terkenal, yaitu Ihya’ Ulumuddin, sel ain itu dia pula mempunyai karya yang lain: “Munqid min Dhalal, Maqashid Falasifah, Tahafut Falasifah, Iqtishad fi I’tiqad, Jam Awam’an ‘Ilm Kalam, Mi’yar ‘Ilm, Al-Mustashfa (ushul Fiqh), Minhaj “Abidin, Kimia’ Sa’adah, Risalah Laduniyyah, Misykat al-Anwar, Madhmun bih ‘ala Ghair Ahlil, Maqshid Asna fi Syarkh Asma’ Allah al-Husna, dll. Karya Imam Ghozali sangat banyak  dan semuanya bermanfaat. Sementara menurut Ibn Khallikan Ihya’ Ulumuddin dipandang sebagai karya Imam Ghozali yang paling bagus serta luas. Read more…

2 comments - What do you think?  Posted by Admin - April 25, 2012 at 7:14 pm

Categories: Tokoh Sufi   Tags: , ,

Abu Sulaiman al-Darani

Abu Sulaiman al-Darani, berasal dari Daran, Damaskus, Syria.  Yang meninggal pada tahun 215 H. Abu Sulaiman al-Darani ber kata , “Tidak seorang pun bersikap asketis ( zuhud) terhadap pesona dunia ini kecuali yang ada pada kalbunya, oleh Allah, diletakkan cahaya yang membuatnya selalu terpesona oleh hal akhirat.” Dalam hal ini Abu Sulaiman al-Darani, menjadi landasan pengetahuan mistis serta pencapaian kolbu. Read more…

Be the first to comment - What do you think?  Posted by Admin - at 6:28 am

Categories: Tasawuf, Tokoh Sufi   Tags: , , ,

al Busthomi Fana dan Penyatuan

Abu Yazid al Busthomi yang nama lengkapnya Thaifur ibn ‘Isa ibn Sarusyan, Beliau berasal dari Bustham. Meninggal pada tahun 261 H  (riwayat lain 264 H ).

Beberapa Kitab yang mengisahkan tentang al Busthomi diantaranya: Thabaqat al-Shufiyyah karya dari al-Sulami, al-Luma’ karya dari al-Thusi, al-Risalah al-Qusyairiyyah karya al-Qusyairi.

al Busthomi begitu diliputi keadaan Fana’, tercermin dari banyak ungkapannya yang diriwayatkan berasal darinya dia berkata : ” Mahluk mempunyai berbagai keadaan. Tapi Seorang arif tidak mempunyai keadaan. Sebab ia mengabaikan
aturan-aturannya sendiri. Identitasnya sirna pada identitas yang lainnya, dan bekas-bekasnya
gaib pada bekas-bekas lainnya.” Hal ini mustahil terjadi kecuali dengan ketertarikan penuh seorang arif kepada Allah, sehingga dia tidak menyaksikan selain-Nya. Seorang arif, menurut Abu Yazid al al Busthomi , “dalam tidurnya tidak melihat selain Allah, dan dalam jaganya pun tidak melihat selain Allah. Dia tidak seiring dengan yang selain Allah, dan tidak menelaah selain Allah. Read more…

2 comments - What do you think?  Posted by Admin - at 6:23 am

Categories: Tokoh Sufi   Tags: , , , ,

Sunan Kalijaga, Dzikir dan Suluk

Sunan Kalijaga atau Sunan Kalijogo adalah pemimpin para Wali di tanah Jawa. Sunan Kalijogo sangat melegenda di Masyarakat Jawa.

Dalam mendekatan diri kepada Allah swt, Sunan Kalijogo menggunakan dzikir sebagai sarananya. Berbagai macam bacaan dzikir beliau ajarkan kepada muridnya , begitupun cara berdzikirnya, mulai dzikir lisan, dzikir nafas , dzikir kolbu, dzikir ruh, dzikir perbuatan dll.

Beliau mengajarkan Dzikir kepada seseorang sesuai dengan tingkat  ketaqwaan atau maqom orang tersebut, jadi wajar saja jika di masyarakat banyak yang mengaku bersumber dari ajaran Sunan Kalijaga, meskipun mereka berbeda baik  bacaan maupun caranya berdzikir. Read more…

12 comments - What do you think?  Posted by Admin - April 22, 2012 at 12:04 am

Categories: Tokoh Sufi   Tags: , , , , , ,

Pesan Makrifat Nabi Khidir Kepada Nabi Musa

Pesan Makrifat Nabi Khidir ketika berpisah dengan Nabi Musa, dia (Musa) berkata, “Berilah aku wasiat”. Jawab Nabi Khidir : Wahai Musa, jadilah kamu orang yang berguna bagi orang lain, Janganlah sekali-kali kamu menjadi orang yang hanya menimbulkan kecemasan diantara mereka sehingga kamu dibenci mereka. Jadilah kamu orang yang senantiasa menampakkan wajah ceria dan janganlah sampai mengerutkan dahimu kepada mereka. Janganlah kamu keras kepala atau bekerja tanpa tujuan. Apabila kamu mencela seseorang hanya karena kekeliruannya saja, kemudian tangisi dosa-dosamu, wahai Ibnu Imron! (Al Bidayah Wan Nihayah juz I hal. 329 dan Ihya’ Ulumuddin juz IV hal. 56).

1. “Wahai Musa”, jadilah kamu seorang yang berguna bagi orang lain.

Sebaik-baiknya manusia yang berguna bagi orang lain karena keberadaannya sangat dibutuhkan dan andaikata dia pergi, mereka merasa kehilangan sehingga yang akan dijadikan panutan tidak ada, dan sebagai penggantinya yang setaraf pun tidak ada. Read more…

10 comments - What do you think?  Posted by Admin - April 20, 2012 at 6:23 am

Categories: Kisah Nabi & Wali   Tags: , , , , , , ,

Kajian Tasawuf, Penyebab Kerasnya Hati

Mengenai Kerasnya Hati, Ibnu al-Qayyim rahimahullah mengatakan dalam kitabnya Bada’i al-Fawa’id [3/743], “Tatkala mata telah mengalami kekeringan disebabkan tidak pernah menangis karena takut kepada Allah ta’ala, maka ketahuilah bahwa sesungguhnya keringnya mata itu adalah bersumber dari kerasnya hati. Hati yang paling jauh dari Allah adalah hati yang keras.”Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam pun berdoa kepada Allah agar terlindung dari hati yang tidak khusyu’, sebagaimana terdapat dalam hadits, “Ya Allah, aku berlindung kepadamu dari ilmu yang tidak bermanfaat, dari hati yang tidak khusyu’, dari hawa nafsu yang tidak pernah merasa kenyang, dan dari doa yang tidak dikabulkan.” (HR. Muslim [2722]). Read more…

3 comments - What do you think?  Posted by Admin - April 18, 2012 at 6:23 am

Categories: Tasawuf   Tags: ,

Next Page »