Makna Syiiran Gus Dur
Makna Lugas dari Syiiran Gus Dur dalam bahasa Indonesia, sedangkan kandungan makna yang tersirat dalam syiiran Gus Dur, akan Kami Update di bagian bawah dari tulisan ini. Silakan simpan laman ini atau bisa juga di bookmark karena artikel akan kami update dengan uraian dari makna Syiiran Gus Dur dalam perspektif tasawuf. telah kami update dengan video yang dapat Anda saksikan ataupun Anda Download Videonya. Format videonya: mp4, 3gp, flv, wmv, dvd dll
Yarosulalloh salammun’alaik… Yaarofi’asaaniwaddaaroji… ‘atfatayaji rotall ‘aalami… Yauhailaljuu diwaalkaromi… Ngawiti ingsun nglarasa syi’iran Kelawan muji maring pengeran Kang paring rohmat lan kenikmatan Rino wengine tanpo petungan. (Kumulai menguntai syairan Dengan memuji pada Tuhan Yang merahmati dan memberi nikmat Siang malam tanpa hitungan )

Syiiran Gus Dur
Categories: Tasawuf Tags: Gus Dur, islam, kata kata bijak, kata kata mutiara, makrifat, Puisi, sufi, suluk, tasawuf, tasawwuf
Imam Ghozali, Mengenal Allah
Imam Ghozali memiliki karya yang sangat terkenal, yaitu Ihya’ Ulumuddin, sel ain itu dia pula mempunyai karya yang lain: “Munqid min Dhalal, Maqashid Falasifah, Tahafut Falasifah, Iqtishad fi I’tiqad, Jam Awam’an ‘Ilm Kalam, Mi’yar ‘Ilm, Al-Mustashfa (ushul Fiqh), Minhaj “Abidin, Kimia’ Sa’adah, Risalah Laduniyyah, Misykat al-Anwar, Madhmun bih ‘ala Ghair Ahlil, Maqshid Asna fi Syarkh Asma’ Allah al-Husna, dll. Karya Imam Ghozali sangat banyak dan semuanya bermanfaat. Sementara menurut Ibn Khallikan Ihya’ Ulumuddin dipandang sebagai karya Imam Ghozali yang paling bagus serta luas. Read more…
Categories: Tokoh Sufi Tags: al-Ghozali, sufi, tasawuf
Abu Sulaiman al-Darani
Abu Sulaiman al-Darani, berasal dari Daran, Damaskus, Syria. Yang meninggal pada tahun 215 H. Abu Sulaiman al-Darani ber kata , “Tidak seorang pun bersikap asketis ( zuhud) terhadap pesona dunia ini kecuali yang ada pada kalbunya, oleh Allah, diletakkan cahaya yang membuatnya selalu terpesona oleh hal akhirat.” Dalam hal ini Abu Sulaiman al-Darani, menjadi landasan pengetahuan mistis serta pencapaian kolbu. Read more…
al Busthomi Fana dan Penyatuan
Abu Yazid al Busthomi yang nama lengkapnya Thaifur ibn ‘Isa ibn Sarusyan, Beliau berasal dari Bustham. Meninggal pada tahun 261 H (riwayat lain 264 H ).
Beberapa Kitab yang mengisahkan tentang al Busthomi diantaranya: Thabaqat al-Shufiyyah karya dari al-Sulami, al-Luma’ karya dari al-Thusi, al-Risalah al-Qusyairiyyah karya al-Qusyairi.
al Busthomi begitu diliputi keadaan Fana’, tercermin dari banyak ungkapannya yang diriwayatkan berasal darinya dia berkata : ” Mahluk mempunyai berbagai keadaan. Tapi Seorang arif tidak mempunyai keadaan. Sebab ia mengabaikan
aturan-aturannya sendiri. Identitasnya sirna pada identitas yang lainnya, dan bekas-bekasnya gaib pada bekas-bekas lainnya.” Hal ini mustahil terjadi kecuali dengan ketertarikan penuh seorang arif kepada Allah, sehingga dia tidak menyaksikan selain-Nya. Seorang arif, menurut Abu Yazid al al Busthomi , “dalam tidurnya tidak melihat selain Allah, dan dalam jaganya pun tidak melihat selain Allah. Dia tidak seiring dengan yang selain Allah, dan tidak menelaah selain Allah. Read more…
Categories: Tokoh Sufi Tags: al-Busthami, Fana, Ibnu Atho'illah, sufi, tasawuf
Wahdatul Wujud, Ibnu Sabin
Ibnu Sabin adalah seorang sufi dan juga Filosof dari Andalusia, yang mempunyai nama lengkap, ‘Abdul Haqq ibn Ibrahim Muhammad ibn Nashr. Dia dipanggil Ibn Sab’in dan digelari Quthbuddin, kadang juga dipanggil Abu Muhammad. Beliau lahir tahun 614 H (1217-1218 M) di Murcia. Ibnu Sabin tumbuh dalam keluarga bangsawan, Ayahnya adalah penguasa di Murcia. Ibnu Sabin berguru kepada Ibn Dihaq yang dikenal dengan Ibnu Mir’ah ( wafat 611 H) pensyarah Read more…
Categories: Tokoh Sufi Tags: Ibnu Sab'in, makrifat, sufi
Sunan Kalijaga, Dzikir dan Suluk
Sunan Kalijaga atau Sunan Kalijogo adalah pemimpin para Wali di tanah Jawa. Sunan Kalijogo sangat melegenda di Masyarakat Jawa.
Dalam mendekatan diri kepada Allah swt, Sunan Kalijogo menggunakan dzikir sebagai sarananya. Berbagai macam bacaan dzikir beliau ajarkan kepada muridnya , begitupun cara berdzikirnya, mulai dzikir lisan, dzikir nafas , dzikir kolbu, dzikir ruh, dzikir perbuatan dll.
Beliau mengajarkan Dzikir kepada seseorang sesuai dengan tingkat ketaqwaan atau maqom orang tersebut, jadi wajar saja jika di masyarakat banyak yang mengaku bersumber dari ajaran Sunan Kalijaga, meskipun mereka berbeda baik bacaan maupun caranya berdzikir. Read more…
Categories: Tokoh Sufi Tags: dzikir, makrifat, sufi, suluk, sunan kalijogo, tasawuf, wali
Pesan Makrifat Nabi Khidir Kepada Nabi Musa
Pesan Makrifat Nabi Khidir ketika berpisah dengan Nabi Musa, dia (Musa) berkata, “Berilah aku wasiat”. Jawab Nabi Khidir : Wahai Musa, jadilah kamu orang yang berguna bagi orang lain, Janganlah sekali-kali kamu menjadi orang yang hanya menimbulkan kecemasan diantara mereka sehingga kamu dibenci mereka. Jadilah kamu orang yang senantiasa menampakkan wajah ceria dan janganlah sampai mengerutkan dahimu kepada mereka. Janganlah kamu keras kepala atau bekerja tanpa tujuan. Apabila kamu mencela seseorang hanya karena kekeliruannya saja, kemudian tangisi dosa-dosamu, wahai Ibnu Imron! (Al Bidayah Wan Nihayah juz I hal. 329 dan Ihya’ Ulumuddin juz IV hal. 56).
1. “Wahai Musa”, jadilah kamu seorang yang berguna bagi orang lain.
Sebaik-baiknya manusia yang berguna bagi orang lain karena keberadaannya sangat dibutuhkan dan andaikata dia pergi, mereka merasa kehilangan sehingga yang akan dijadikan panutan tidak ada, dan sebagai penggantinya yang setaraf pun tidak ada. Read more…
Categories: Kisah Nabi & Wali Tags: Kisah Nabi & Wali, M. Ali, makrifat, Nabi Khidir, Nabi Musa, Rahasia, sufi, tasawuf