Tag: islam

Surga Yang ada dalam Al Qur’an, Kamu Pilih Mana

Al Qur’an banyak bercerita tentang sebuah kehidupan setelah kematian yaitu di surga, diperuntukkan bagi orang yang selalu berbuat baik dan itu sendiri sering di jelaskan dalam Al-Qur’an surat Ar-Ra’du 13:35: “ Perumpamaan surga yang dijanjikan kepada orang-orang yang takwa ialah (seperti taman). mengalir sungai-sungai di dalamnya; buahnya tak henti-henti, sedang naungannya (demikian pula). Itulah tempat

Ajaran Tasawuf: Mahabbah, Syauq

* Ajaran Tasawuf:  Mahabbah: kecenderungan kepada Allah secara paripurna, mengutamakan urusan-Nya atas diri sendiri, jiwa dan hartanya, sepakat kepada-Nya lahir dan batin, dengan menyadari kekurangan diri sendiri (Syaikh alMuhasibiy). Rabi’ah berkata: “Orang yang mahabbah kepada Allah itu tidak habis rintihan kepada-Nya sampai ia dipanggil ke sisiNya.

Fana dalam Kesatuan Al Harawi al Anshari

Permalink to Fana dalam Kesatuan Al Harawi al Anshari
Al Harawi al Anshari, yang nama lengkapnya, Abu Isma’il Abdullah bin Muhammad al-Anshari, yang lahir di Herat, Khurasan. Al Harawi al Anshari adalah seorang faqih Hambaliyah. Karya Al Harawi yang terkenal ialah Manazil as-Sa’irin ila Rabb al-‘Alamin. Di kitab tersebut dia berkata, “Kebanyakan ulama kelompok ini sependapat bahwa tingkatan akhir tidak dipandang benar kecuali dengan benarnya tingkatan

Ibrahim al Dasuqi Syariat itu Pokok, Hakekat Cabang

Permalink to Ibrahim al Dasuqi Syariat itu Pokok, Hakekat Cabang
Ibrahim al Dasuqi, Fana dalam Kebaqaan Tariqat Birhamiyyah didirikan oleh Ibrahim al Dasuqi, yang nama lengkapnya, Ibrahim al Dasuqi al-Qursyi, Ibrahim al Dasuqi meninggal dunia tahun 676 Hijriyyah di Damaskus. Tariqat Birhamiyyah tersebar di kawasan Mesir, Syria, Hijaz, Yaman dan Hadhramaut. Ibrahim al-Dasuqi ber kata, “Syariat adalah pokok, sementara hakekat adalah cabang. Jadi Syari’at menghimpun seluruh

Nur Ilahiyyah, Cahaya di atas Cahaya

Permalink to Nur Ilahiyyah, Cahaya di atas Cahaya
Tentang Cahaya di atas Cahaya terdapat dalam Surah an Nur ayat 35 – 38. Allah (memberi) cahaya (kepada) langit dan bumi. Perumpamaan cahaya Allah adalah seperti lubang yang tak tembus yang di dalamnya ada pelita besar. Pelita itu di dalam kaca dan kaca itu seakan-akan (bintang yang bercahaya) seperti mutiara yang menyalakan minyak dari pohon