Tag: Ibnu Atho’illah

Cara Menjernihkan Hati

Permalink to Cara Menjernihkan Hati
Cara Menjernihkan Hati Syekh Ibnu Atha’illah dalam kitab Taj al-‘Arus mengatakan: “Terdapat empat perkara yang dapat membantu membeningkan hati: 1) Banyak berdzikir. 2) Banyak diam. 3) Banyak khalwat. 4) Mengurangi makan dan minum.” . Menurut Dr. Muhammad Najdat, sebenarnya Syekh Ibnu Atha’illah mengenalkan kita bagaimana membersihkan dan membeningkan hati. Pertama, dzikir kepada Allah akan membersihkan

Abu Hasan Syadzili, Guru Ibnu ‘Atho’illah al-Syakandari

Permalink to Abu Hasan Syadzili, Guru Ibnu ‘Atho’illah al-Syakandari
Tarikat Syadziliyyah dinisbatkan kepada Abu Hasan Syadzili, yang berasal dari Syadzilah Tunisia, dan dari sana pula bersama-sama muridnya pergi ke Mesir lalu tinggal di kota Iskandariah, sekitar tahun 642 H.  Syeikh Abu ‘Abbas al-Mursi ( wafat tahun 686 H) , yang kemudian menggantikan Abu Hasan Syadzili dalam memimpin Tariqoh ini kemudian digantikan oleh Ibnu  ‘Atho’illah

al Busthomi Diliputi Keadaan Fana dan Penyatuan

Permalink to al Busthomi  Diliputi Keadaan Fana dan Penyatuan
Abu Yazid al Busthomi yang nama lengkapnya Thaifur ibn ‘Isa ibn Sarusyan, Beliau berasal dari Bustham. Meninggal pada tahun 261 H  (riwayat lain 264 H ). Beberapa Kitab yang mengisahkan tentang al Busthomi diantaranya: Thabaqat al-Shufiyyah karya dari al-Sulami, al-Luma’ karya dari al-Thusi, al-Risalah al-Qusyairiyyah karya al-Qusyairi.

Cara Membedakan Nafsu atau Bukan

Permalink to Cara Membedakan Nafsu atau Bukan
CARA MEMBEDAKAN ANTARA NAFSU ATAU BUKAN “Jika ada dua perkara yang tidak jelas (meragukan) bagimu, maka lihatlah mana di antara keduanya yang paling berat bagi nafsu, lalu ikutilah ia karena tidaklah terasa berat bagi nafsu, kecuali sesuatu yang benar.” —Syekh Ibnu Atha’illah dalam kitab Al-Hikam

Maqom Tajrid dan Asbab Ngaji Kitab AlHikam Hikmah ke 2

Permalink to Maqom Tajrid dan Asbab Ngaji Kitab AlHikam Hikmah ke 2
Maqom Tajrid dan Asbab di dalam Kitab Al Hikam dari Syaikh Ibnu Aththoillah, pada hikmah no 2 tertulis: “Keinginanmu untuk tajriid pada saat Allah menegakkan engkau di dalam asbaab merupakan syahwah khafiyyah (syahwah yang tersembuni/tersamar). Dan keinginanmu kepada asbaab pada saat Allah sedang menegakkan engkau di dalam tajriid merupakan suatu kejatuhan dari himmah al-‘aliyyah (himmah yang