Tag: al-Junaid

Fana dalam Kesatuan Al Harawi al Anshari

Permalink to Fana dalam Kesatuan Al Harawi al Anshari
Al Harawi al Anshari, yang nama lengkapnya, Abu Isma’il Abdullah bin Muhammad al-Anshari, yang lahir di Herat, Khurasan. Al Harawi al Anshari adalah seorang faqih Hambaliyah. Karya Al Harawi yang terkenal ialah Manazil as-Sa’irin ila Rabb al-‘Alamin. Di kitab tersebut dia berkata, “Kebanyakan ulama kelompok ini sependapat bahwa tingkatan akhir tidak dipandang benar kecuali dengan benarnya tingkatan

Junaid al Baghdadi diuji Dengan Seorang Wanita Cantik

Permalink to Junaid al Baghdadi diuji Dengan Seorang Wanita Cantik
Junaid al Baghdadi yang paling mendalam  pemahamannya. Nama lengkap beliau adalah Abu al-Qasim al Junaid al Baghdadi. Junaid al Baghdadidigelari Syeikh al-Thaifah ( guru kelompok sufi). Keluarga al Junaid berasal dari Nehwand beliau lahir dan dewasa di Irak beliau berguru pada pamannya, al-Sirri al-Saqathi serta pada al-Harits ibn ‘Asad al-Muhasabi (meninggal tahun 297 H). Pendapat al

Tokoh-Tokoh Sufi Abad ke Abad

Fase awal perkembangan dunia tasawuf dirintis oleh Tokoh Sufi , tumbuh dari abad pertama dan kedua Hijriyah. Pada jaman ini Pula dikalangan Muslim sudah terdapat individu-individu yang lebih memusatkan dirinya pada ibadah, tidak mementingkan makanan, pakaian maupun tempat tinggal. Mereka lebih memusatkan diri pada jalur kehidupan dan tingkah laku yang asketis dan Zuhud. diantara tokoh-tokoh

Kumpulan Puisi Sufi : Fana Hulul, Kabah Qolbu, Makrifat

Permalink to Kumpulan Puisi Sufi : Fana Hulul, Kabah Qolbu, Makrifat
Kumpulan Puisi Sufi  Abu al-Mughits al-Husain bin Manshur bin Muhammad al Baidhawi Al-Hallaj Fana’ dan Hulul Duh, penganugerah bagi si pemegang karunia, Terhadap diri-Mu dan diriku begitu aku terpada, Kau buat begitu dekat diriku dengan-Mu, sehingga, Kau adalah aku, begitu kukira, Kini dalam wujud diriku menjadi sirna, Dengan-Mu aku Kau buat menjadi fana Aku yang kucinta,

Tajalli, Melihat Tuhan Tampak secara Nyata

Tajalli , Setiap melaksanakan ibadah khususnya pada waktu sholat, bila tidak disertai perasaan, “seperti sungguh-sungguh” melihat Allah swt, maka ibadah itu tidak tergolong dalam katagori ibadah yang ihsan (baik). Allah SWT. berfirman :“Sesungguhnya (Sholat) itu memang berat kecuali bagi mereka yang khusyu yaitu mereka yang yakin akan berjumpa dengan Tuhan mereka, dan sesungguhnya mereka akan