Loading...

Suluk Linglung Sunan Kalijogo

Sunan Kalijogo

Ilustrasi Sunan Kalijogo

Suluk Linglung Sunan Kalijogo, menurut beberapa sumber, suluk Linglung adalah wejangan Nabi Khidir kepada Kanjeng Sunan Kalijogo. Ketika itu Sunan Kalijogo akan pergi ke Mekkah , tapi Sunan Kalijogo dicegah oleh Nabi Khidir, karena bila Sunan Kalijogo pergi maka penduduk Pulau Jawa akan kembali kafir. Akhirnya Sunan Kalijogo membatalkan kepergiannnya. Inilah kutipan wejangannya:

Birahi ananireku,
aranira Allah jati.
Tanana kalih tetiga,
sapa wruha yen wus dadi,
ingsun weruh pesti nora,
ngarani namanireki

Timbullah hasrat kehendak Allah menjadikan terwujudnya dirimu; dengan adanya wujud dirimu menunjukkan akan adanya Allah dengan sesungguhnya; Allah itu tidak mungkin ada dua apalagi tiga. Siapa yang mengetahui asal muasal kejadian dirinya, saya berani memastikan bahwa orang itu tidak akan membanggakan dirinya sendiri.

Sipat jamal ta puniku,
ingkang kinen angarani,
pepakane ana ika,
akon ngarani puniki,
iya Allah angandika,
mring Muhammad kang kekasih.

Baca Juga:

Rumah Mewah Setyanovanto

Rumah Mewah Setyanovanto

Cara Mudah Mengobati Gusi Bengkak Karena Gigi Berlubang Yang Menyiksa

Cara Mudah Mengobati Gusi Bengkak Karena Gigi Berlubang Yang Menyiksa, , gigi yang
loading...

Ada pun sifat jamal (sifat terpuji/bagus) itu ialah, sifat yang selalu berusaha menyebutkan, bahwa pada dasarnya adanya dirinya, karena ada yang mewujudkan adanya. Demikianlah yang difirmankan Allah kepada Nabi Muhammad yang menjadi Kekasih-Nya

Yen tanana sira iku,
ingsun tanana ngarani,
mung sira ngarani ing wang,
dene tunggal lan sireki iya Ingsun iya sira,
aranira aran mami

Kalau tidak ada dirimu, Allah tidak dikenal/disebut-sebut; Hanya dengan sebab ada kamulah yang menyebutkan keberadaan-Ku; Sehingga kelihatan seolah-olah satu dengan dirimu. Adanya Aku, Allah, menjadikan dirimu. Wujudmu menunjukkan adanya Dzatku

Baca juga:  Kisah Abu Ubaidah al Jarrah, Sahabat Nabi Yang Terpercaya

Tauhid hidayat sireku,
tunggal lawan Sang Hyang Widhi,
tunggal sira lawan Allah,
uga donya uga akhir,
ya rumangsana pangeran,
ya Allah ana nireki.

Tauhid hidayah yang sudah ada padamu, menyatu dengan Tuhan. Menyatu dengan Allah, baik di dunia maupun di akherat. Dan kamu merasa bahwa Allah itu ada dalam dirimu

Ruh idhofi neng sireku,
makrifat ya den arani,
uripe ingaranan Syahdat,
urip tunggil jroning urip sujud rukuk pangasonya,
rukuk pamore Hyang Widhi

Ruh idhofi ada dalam dirimu. Makrifat sebutannya. Hidupnya disebut Syahadat (kesaksian), hidup tunggal dalam hidup. Sujud rukuk sebagai penghiasnya. Rukuk berarti dekat dengan Tuhan pilihan.

Sekarat tananamu nyamur,
ja melu yen sira wedi,
lan ja melu-melu Allah,
iku aran sakaratil,
ruh idhofi mati tannana,
urip mati mati urip.

Penderitaan yang selalu menyertai menjelang ajal (sekarat) tidak terjadi padamu. Jangan takut menghadapi sakratulmaut, dan jangan ikut-ikutan takut menjelang pertemuanmu dengan Allah. Perasaan takut itulah yang disebut dengan sekarat. Ruh idhofi tak akan mati; Hidup mati, mati hidup

Liring mati sajroning ngahurip,
iya urip sajtoning pejah,
urip bae selawase,
kang mati nepsu iku,
badan dhohir ingkang nglakoni,
katampan badan kang nyata,
pamore sawujud, pagene ngrasa matiya,
Syekh Malaya (Sunan Kalijogo) den padhang sira nampani,
Wahyu prapta nugraha.

mati di dalam kehidupan. Atau sama dengan hidup dalam kematian. Ialah hidup abadi. Yang mati itu nafsunya. Lahiriah badan yang menjalani mati. Tertimpa pada jasad yang sebenarnya. Kenyataannya satu wujud. Raga sirna, sukma mukhsa. Jelasnya mengalami kematian! Syeh Malaya ( Sunan Kalijogo ), terimalah hal ini sebagai ajaranku dengan hatimu yang lapang. Anugerah berupa wahyu akan datang padamu.

Baca juga:  Kewalian adalah prinsip dasar dari jalan Tasawuf

Dari wejangan Nabi Khidir kepada Sunan Kalijogo, kita bisa lebih mengenal Allah swt dan seharusnya manusia tidak takut untuk menghadapi kematian. Disamping itu juga terdapat wejangan tentang bagaimana seharusnya tafakur yang disebut “mati sajroning ngahurip” dan bagaimana dalam menjalani kehidupan di dunia ini.

Jika ingin menambahkan, tentang suluk linglung Sunan Kalijogo , silakan tulis di komentar

loading...

Pencarian Terkait

Tags: #Nabi Khidir #sunan kalijogo #wali

Wali ini Wafat, 150 Hari Kemudian Hidup Lagi
Setiap Wali memiliki karomahnya sendiri-sendiri. Karomah seorang wali dianggap “aneh” oleh orang awam.
Ketika Syeh Jangkung Bersyahadat di Hadapan Sunan Kudus
Syeh Jangkung berSyahadat Waktu yang diminta oleh Saridin untuk mempersiapkan diri telah dipenuhi.Dan
Wali Joko Pendiri Kota Kendal
Wali Joko yang memiliki nama kecil Jaka Suwirya adalah kakak-beradik dengan Sunan Katong
Sunan Katong / Batara Katong Pendiri Ponorogo
Sunan Katong / Batara Katong Raden Katong, yang kemudian lazim disebut Batoro Katong,
<
loading...
  1. author

    Septia rachma pramurdya10 bulan ago

    Suluk linglung bersumber dari naskah pegon/jawa nggih? Mohon informasinya karena sy hendak meneliti scra filologi tradisional.

    Balas
  2. author

    ROHANI4 tahun ago

    Matur nuwun sy dapat gambaran Suluk dari para WALI SY UCAPKAN TRM KSH YG TAK TERHINGGA

    Balas
  3. author

    syaiful4 tahun ago

    ane share ya..

    Balas
  4. author

    Gupuh4 tahun ago

    Tanpa mengurangi rasa hormat pada para waliyuLlah, …
    RosuluLlah … adalah panutan umat islam,
    Al-qur`an dan al Hadits adalah petunjuk hidup….
    di dunia dan di akherat.
    Inilah yg harus dinomor satukan,insaALlah selamat …

    Balas
  5. author

    agung5 tahun ago

    sy pernah punya dan membaca buku suluk linglung Syeh melaya karangan anom dlm bukunya disebutkan asal suluk tersebut dr peninggalan sunan kalijogo yg berwujud kitab yg sekarang di simpan oleh keturunan beliau ke 7 (klau tdk salah)

    Balas
  6. author

    rachmadi5 tahun ago

    Iklannya di kanan kiri mengganggu sekali…gak bisa baca….!! Tolong dihilangkan atau diganti posisinya yang tidak mengganggu…!! Tks.

    Balas
    • author
      Penulis

      Admin5 tahun ago

      makasih atas sarannya,

      Balas
  7. author

    Nawala Edelweis5 tahun ago

    Bismillah…..
    Maaf sebelumnya….kalau saya boleh tahu….
    Suluk Linglung Sunan Kalijaga itu
    di ambil dari kitab apa? Atau di siapa?

    Balas
    • author
      Penulis

      Admin5 tahun ago

      maaf kami lupa mencantumkannya, Suluk linglung Sunan Kalijaga (Syeh Melayu): karangan, Iman Anom tahun 1806 çaka/1884 Masehi di Surakarta, diterbitkan Balai Pustaka, 1993 – 67 halaman

      Balas
  8. author
    Penulis

    Admin5 tahun ago

    maaf kami lupa mencantumkannya, Suluk linglung Sunan Kalijaga (Syeh Melayu): karangan, Iman Anom tahun 1806 çaka/1884 Masehi di Surakarta, diterbitkan Balai Pustaka, 1993 – 67 halaman

    Balas

Tinggalkan pesan "Suluk Linglung Sunan Kalijogo"