Bangun / Renovasi Rumah

Umar bin Khottob Memasuki Yerusalem

loading...

Umar bin Khottob Memasuki Yerusalem, Khalifah Umar bin Khattab menjadi orang yang dipercaya memegang kunci Yerusalem. Di bawah kekuasaannya, penduduk kota suci tersebut hidup dalam perdamaian

Umar bin Khottob Memasuki Yerusalem, Menara Masjid Umar bin Khatab (kiri) di Yerusalem, Palestina.

Menara Masjid Umar bin Khatab (kiri) di Yerusalem, Palestina.

Kesultanan Utsmaniyah telah menjadi penjaga tiga situs suci umat Islam sejak berabad-abad lalu. Kondisi Makkah, Madinah, dan Yerusalem dulu menjadi bukti bahwa mereka adalah pelayan Islam yang sebenarnya.

Mekah dan Madinah adalah dua kota yang pertama kali mengecap indahnya Islam. Sementara Yerusalem dirangkul penuh selama periode kekhalifahan kedua setelah Nabi Muhammad SAW wafat.

[irp posts=”10724″ name=”Masjidil Aqso, Misteri Kubah Batu Yerusalem Tak Disangka Seperti Ini”]

Ini berawal saat pasukan Muslim dibawah komando Abu Ubayda mengepung Yerusalem setelah mengambil alih Damaskus dalam Perang Yarmuk. Saat itu, Yerusalem didominasi oleh umat Kristiani.

Patriark kota Yerusalem saat itu, Sophronius dengan tegas mengatakan, ia hanya ingin bernegosiasi dengan Khalifah Umar. Tidak ada yang boleh masuk Yerusalem siapa pun sebelum ia bertemu Khalifah Umar.

Mengetahui hal ini, Umar pun pergi ke Yerusalem ditemani oleh seorang asisten. Menempuh perjalanan ke Yerusalem, Umar mengendarai satu unta. Secara bergantian, ia dan asistennya naik unta tersebut.

Saat hendak mencapai Yerusalem, Umar berjalan kaki karena saat itu giliran sang asisten naik unta. Sang pelayan khalifah ini pun memaksa Umar saja yang naik unta. Dengan tegas ia menolak.

Saat itu, seluruh penduduk Yerusalem melihat Umar datang dengan unta yang ditunggangi pelayannya. Semua orang takjub. Patriark Sophronius pun terkaget-kaget dengan pemandangan itu.

Ia tidak menyangka pria dengan pakaian sangat sederhana dan membiarkan untanya ditunggangi pelayannya adalah panglima pasukan yang menaklukan kota. Umat Kristiani yang menonton dari dinding-dinding Yerusalem pun terkesima.

Negosiasi antara Umar dan Sophronius pun dilangsungkan dan terkenal dengan sebutan Umariyya Covenant. Hingga kini, kesepakatan itu masih disimpan di Gereja Suci Sepulchre di Yerusalem.

Dalam kesepakatan, umat Kristen meminta Yahudi dilarang masuk Yerusalem dan Umar menyanggupinya. Umar pun menjamin keamanan dan keselamatan seluruh umat di Yerusalem, apa pun kepercayaan mereka.

Semua tempat suci umat Kristen dijaga dan tidak boleh dihancurkan. Setelah kesepakatan, kunci kota Yerusalem resmi diserahkan pada 637 SM. Gerbang Yerusalem pun terbuka dan Khalifah Umar dijamu di Gereja Suci Sepulchre.

Saat di dalam, Patriark menawarkan jika Umar ingin berdoa. Umar menolak dengan alasan ia khawatir umat Islam nanti akan mengikutinya. Alih-alih, ia shalat di area selatan gereja yang kemudian menjadi Masjid Umar di Yerusalem.

Saat itu, Umar sedang menunjukkan arti toleransi dan kemenangan yang sesungguhnya. Kebesaran Islam menerangi jiwa kepemimpinan Umar hingga direfleksikan dari caranya memperlakukan wilayah jajahan. sumber Republika.co.id

Pencarian Terkait

Tags: #Palestina #Yerusalem

Wali Paidi, Sandal Berdzikir
Wali Paidi tidak tahu apa yang dialaminya saat ini. Dia sering mendengar benda-benda
DETIK-DETIK WAFATNYA RASULULLAH YANG MEMBUAT UMAT MUSLIM MENITIKKAN AIR MATA
DETIK-DETIK WAFATNYA RASULULLAH Mari kita simak sebuah kisah yang sangat mengharukan… dan mungkin
Wali ini Wafat, 150 Hari Kemudian Hidup Lagi
Wali ini Wafat, 150 Hari Kemudian Hidup Lagi, Setiap Wali memiliki karomahnya sendiri-sendiri.
Ketika Syeh Jangkung Bersyahadat di Hadapan Sunan Kudus
Syeh Jangkung berSyahadat Waktu yang diminta oleh Saridin untuk mempersiapkan diri telah dipenuhi.Dan

Tinggalkan pesan "Umar bin Khottob Memasuki Yerusalem"