Puisi Sufi : Ruh
RUH
Wahai Ruh yang masih bertempat di raga manusia
Bebaskan dirimu dari cengkeraman Hawa Nafsu
Yang sekian lama kau dijajah, dikuasai, diperbudak, diperintah
Kau dijerat dengan kesibukan duniawi Read more…
Categories: Puisi, Tokoh Sufi Tags: M. Ali, Puisi Sufi, Roh, Ruh
Rabiah al-Adawiyyah: Puisi Zuhud dan Ajarannya
Banyak Ajaran sufi yang diriwayatkan berasal dari Rabiah al-Adawiyyah, yang seterusnya menjadi perbincangan para sufi setelahnya. Rabiah al-Adawiyyah berkata pula : ” Amalan yang timbul dari diriku tidak berarti bagiku”. Dalam al-Bayan wa al-Tabyin, suatu ketika ditanya Rabiah al-Adawiyyah : ” Apakah suatu amal yang kau lakukan itu dipandang diterima?” Jawabnya: “Seandainya amal itu ada artinya justru aku takut itu dikembalikan padaku. Mengenai riya, Rabiah al-Adawiyyah berkata: “Sembunyikan kebaikan-kebaikanmu, sebagaimana kau sembunyikan keburukan-keburukanmu.” Read more…
Puisi WS Rendra : Makna Sebuah Titipan
Makna Sebuah Titipan
Sering kali aku berkata, ketika orang memuji milikku,
bahwa sesungguhnya ini hanya titipan
Bahwa mobilku hanya titipan Nya, bahwa rumahku hanya titipan Nya,
bahwa hartaku hanya titipan Nya
Tetapi, mengapa aku tidak pernah bertanya, mengapa Dia menitipkan padaku?
Untuk apa Dia menitipkan ini padaku? Read more…
Puisi Cinta Kahlil Gibran
Beberapa penggalan puisi dari Kahlil Gibran:
“…pabila cinta memanggilmu… ikutilah dia walau jalannya berliku-liku… Dan, pabila sayapnya merangkummu… pasrahlah serta menyerah, walau pedang tersembunyi di sela sayap itu melukaimu…” (Kahlil Gibran) Read more…
Categories: Puisi Tags: cinta, Kata Cinta, kata kata bijak, kata mesra, kata romantis, kumpulan kata-kata cinta terindah, Mutiara Kata, Puisi, puisi cinta
Puisi Romantis Khalil Gibran
Berdasar dari Kumpulan puisi Khalil Gibran , kami tidak mengetahui judul pasti dari puisi khalil Gibran yang satu ini, karena teks aslinya tidak mencantumkan judul dari karya Khalil Gibran yang ini, bila ada rekan mengetahuinya silakan informasikan kepada kami, terima kasih.
kenapa kita menutup mata ketika kita tidur?
ketika kita menangis?
ketika kita membayangkan?
itu karena hal terindah di dunia tidak terlihat
ketika kita menemukan seseorang yang keunikannya sejalan dengan kita,
kita bergabung dengannya dan jatuh ke dalam suatu keanehan serupa yang dinamakan cinta. Read more…
Categories: Puisi Tags: kumpulan puisi, Puisi, puisi cinta
Puisi Cinta Ibnu Faridh
Diantara banyak puisi puisi Ibnu Faridh , salah satu yang mengungkapkan ketersingkapan Kolbunya adalah:
O Samiri ! Roh Makkah adalah rohku; Pujilah andaikan kau ingin bahagiakan aku; Di situ Akrabku dan mi’raj suciku; Maqom Ibrohim tempatku dan di situ tersingkap kalbuku;
Categories: Puisi, Tokoh Sufi Tags: Ibn al-Faridh, Puisi, tasawuf
Kumpulan Puisi Sufi : Fana Hulul, Kabah Qolbu, Makrifat
Fana’ dan Hulul
Duh, penganugerah bagi si pemegang karunia, Terhadap diri-Mu dan diriku begitu aku terpada, Kau buat begitu dekat diriku dengan-Mu, sehingga, Kau adalah aku, begitu kukira, Kini dalam wujud diriku menjadi sirna, Dengan-Mu aku Kau buat menjadi fana
(Abu al-Mughits al-Husain bin Manshur bin Muhammad al Baidhawi Al-Hallaj)
Categories: Puisi, Tasawuf, Tokoh Sufi Tags: al-Hallaj, al-Junaid, ar-Rumi, Fana, Fana’ dan Hulul, Ibn 'Arabi, kumpulan puisi, makrifat, Muhammad bin Al Fadl, Puisi, puisi cinta, Rabiah, Rahasia, sufi, tasawuf, wali