Karomah Karomah Dzun nun al-Misri

Pengarang kitab al-Risalah al-Qusyairiyyah bercerita bahwa Salim al-Maghriby menghadap Dzun nun dan bertanya “Wahai Abu al-Faidl!” begitu ia memanggil demi menghormatinya. “Apa yang menyebabkan Tuan bertaubat dan menyerahkan diri sepenuhnya pada Allah Swt?“ “Sesuatu yang menakjubkan, dan aku kira kamu tidak akan mampu.” Begitu jawab al-Misri seperti sedang berteka-teki.

Khutbah Jumah: Tentang Ikhlas

Singkatnya, ikhlas adalah seseorang beribadah dengan niat mendekatkan diri kepada Allah, mengharapkan pahala-Nya, takut terhadap siksa-Nya dan ingin mencari ridha-Nya. Dzun Nun al-Mishriy rahimahullah berkata: “Tiga tanda keikhlasan adalah: (1) Seimbangnya pujian dan celaan orang-orang terhadapnya, (2) Lupa melihat amal dalam beramal, (3) Dan mengharapkan pahala amalnya di akhirat.” ***

Tingkatan Maqom Wali

Wali Allah memiliki tingkatan atau maqom yang berbeda-beda. Berikut  Tingkatan Maqom Wali atau Aulia Allah dari kitab Jami’u Karomatil Aulia: 1. Wali Qutub:  dalam waktu 1 abad hanya 1 Orang yang berada dalam maqom ini 2. Maqom Aimmah:  dalam kurun waktu  1 Abad hanya ada 2 orang wali 3. Maqom Autad:  dalam 1 Abad 4 Orang wali, mereka berada

Asmaul Husna 21 – 40

 Asmaul Husna 21 – 40 : 21. AL QOOBIDHU Artinya : Dzat yang maha menggenggam rejeki, yaitu menggenggam di dalam menyempitkan hidup dengan mengurangi rejeki hamba-hambaNya yang dikehendaki. Keutamaan Asmaul Husna : a. Bisa mendekatkan diri kepada penciptanya (Allah) b. Bisa menjauhkan diri dari segala macam ancaman Cara mengamalkan  Asmaul Husna  : Barang siapa membaca “YAA QOOBIDHU”