Inilah Wali Yang Tersembunyi

Inilah Kisah Seorang Wali Yang Tersembunyi, tersembunyi karena masyarakat tidak mengetahui bahwa beliau adalah seorang wali.  Kejadian ini diambil dari buku harian Sultan Murad IV.

Di dalam buku hariannya itu, diceritakan bahwa suatu malam sang Sultan Murad merasa sangat gelisah dan galau, ia ingin tahu apa penyebabnya. Maka ia pun memanggil kepala pengawalnya dan mengatakan bahwa ia akan pergi keluar dari istana dengan menyamar sebagai rakyat biasa.Wafatnya Imam Syafii,wali yang tersembunyi

Sesuatu yang memang biasa beliau lakukan. Sultan murad berkata: “Mari kita keluar, kita blusukan melihat keadaan rakyatku”. Merekapun pergi, udara saat itu sangat panas. Tiba-tiba, mereka menemukan seorang laki-laki tergeletak di atas tanah. Maka disentuhlah lelaki itu dan dibangunkan oleh Sultan Murad, ternyata lelaki itu telah wafat. Orang-orang yang lewat di sekitarnya tidak ada yang peduli dengan keadaan mayat lelaki tersebut. Maka Sultan Murad yang saat itu menyamar sebagai rakyat biasa, Memanggil mereka yang saat itu lewat.

Kemudian mereka bertanya kepada Sultan: “Ada apa? Apa yang kau inginkan?”. Sultan menjawab: “Mengapa orang ini wafat tapi tidak ada satu pun diantara kalian yang ngurus dan membawa ke rumahnya? Siapa dia? Dan dimana keluarganya?” Mereka berkata: “Orang ini Zindiq, pelaku maksiat, dia selalu minum khamar (mabuk mabukan) dan selalu berz*na dengan p*lacur”.

loading...

Sultan menjawab: “Tapi . . bukankah ia juga Umat Rasulullah Muhammad SAW? Ayo angkat dia, kita bawa ke rumahnya”. Maka Mereka mereka pun membawa jenazah laki-laki itu ke rumahnya. Ketika sampai di rumahnya, saat istri lelaki tersebut mengetahui suaminya telah wafat, ia pun sedih dan menangis.

Tapi orang-orang langsung pergi semua, hanya sang Sultan dan kepala pengawalnya yang masih tinggal dirumah lelaki itu. Kemudian Sang Sultan bertanya kepada istri laki-laki itu: “Aku mendengar dari orang-orang disini, mereka berkata bahwa suamimu itu dikenal suka melakukan kemaksiatan ini dan itu, hingga mereka tidak peduli akan kematiannya, benarkah kabar itu”.?

Baca juga:  Nabi Khidir Hadir Ketika Rosullullah Wafat, bag 2

Maka Sang istri menjawab: “Awalnya aku menduga seperti itu tuan. Suamiku setiap malam keluar rumah pergi ke toko minuman keras (khamar), kemudian membeli sesuai kemampuannya. Ia bawa khamar itu ke rumah, kemudian membuangnya ke dalam toilet, sambil berkata: “Alhamdulillah Aku telah meringankan dosa kaum muslimin”.

Suamiku juga selalu pergi ke tempat p*lacuran, memberi mereka uang dan berkata kepada si p*lacur: “Malam ini merupakan jatah waktuku, jadi tutup pintumu sampai pagi, jangan kau terima tamu lain!”. Kemudian ia pulang ke rumah, dan berkata kepadaku: “Alhamdulillah, malam ini aku telah meringankan dosa pemuda-pemuda Islam”.

Tapi, orang-orang yang melihatnya mengira bahwa ia selalu minum minuman keras (khamar) dan melakukan perz*nahan. Dan berita ini pun menyebar di masyarakat. Sampai akhirnya suatu kali aku pernah berkata kepada suamiku: “Kalau nanti kamu mati, maka tidak akan ada kaum muslimin yang akan memandikan jenazahmu, dan tidak ada yang akan mensholatimu, tidak ada pula yang akan menguburkanmu”.

Ia hanya tertawa, dan menjawab: “Janganlah takut wahai istriku, jika aku mati, aku akan disholati oleh Sultannya kaum muslimin, oleh para Ulama dan para Auliya Allah”. Maka, Sultan Murad pun menangis, dan berkata: “Benar apa yang dikatakannya, Demi Allah, akulah Sultan Murad Itu, dan besok pagi kita akan memandikan suamimu, mensholatinya dan menguburkannya bersama² masyarakat dan para ulama”.

Hikmah Wali Yang Tersembunyi

Akhirnya jenazah laki-laki itu besoknya dihadiri oleh Sultan Murad, dan para ulama, para syeikh dan juga seluruh warga masyarakat….!! “Subhanallah” Terkadang kita suka menilai orang dari apa yang kita lihat dan kita dengar dari omongan orang orang. Andai saja kita mengetahui apa yang tersembunyi di dalam hati seseorang, niscaya pasti kita akan menjaga lisan kita dari membicarakan orang lain… ******* Sumber. buku harian Sultan Murad IV (Sultan Turki Utsmani, memerintah Sep 1623 – Feb 1640) yang berbahasa arab. Ibnu Marawis

Baca juga:  Kisah Kumandang Adzan Terakhir Dari Bilal bin Rabbah

Hikmah apa yang dapat kita ambil dari kisah ini? Seorang Wali  yang tersembunyi, beliau melaksanakan tugasnya sebagai wali Allah, meski orang awam menilainya sangat hina. Allah tetap menjaganya menjadi wali yang tersembunyi sampai saatnya tiba.

Baca Juga:

Rumah Semi Minimalis Klasik Kolonial Dengan Pergola Rumah Semi Minimalis Klasik Kolonial Dengan

Rumah Semi Minimalis Klasik Kolonial Dengan Pergola Rumah Semi Minimalis Klasik Kolonial Dengan

Cara Mudah Mengobati Gusi Bengkak Karena Gigi Berlubang Yang Menyiksa

Cara Mudah Mengobati Gusi Bengkak Karena Gigi Berlubang Yang Menyiksa, , gigi yang
loading...

Recent search terms:

Pencarian Terkait

Tags: #Kisah Para Wali #Macam-Macam Wali #Maqom para Wali

Ketika Syeh Jangkung Bersyahadat di Hadapan Sunan Kudus
Syeh Jangkung berSyahadat Waktu yang diminta oleh Saridin untuk mempersiapkan diri telah dipenuhi.Dan
Wali Joko Pendiri Kota Kendal
Wali Joko yang memiliki nama kecil Jaka Suwirya adalah kakak-beradik dengan Sunan Katong
Sunan Katong / Batara Katong Pendiri Ponorogo
Sunan Katong / Batara Katong Raden Katong, yang kemudian lazim disebut Batoro Katong,
Sunan Gribig Tiap Hari Ke Tanah Suci
Sunan Gribig yang bernama asli Wasibagno Timur atau ada yang menyebutkan Syekh Wasihatno, merupakan
<
loading...

Tinggalkan pesan "Inilah Wali Yang Tersembunyi"