Bangun / Renovasi Rumah

Insanul Kamil Hakikat Nur Muhammad, Ibn ‘Arabi

loading...

Meskipun Al Insanul Kamil (manusia sempurna / manusia universal) yang digunakan oleh para Sufi untuk menyebut tingkatan ini, secara tak terbatas melebihi sifat manusia ( terutama secara simbolik untuk menunjukkan kesempurnaan). Lebih jauh lagi Ibn ‘Arabi mengemukakan teori tentang “manusia sempurna” (al Insanul Kamil) atau Hakikat Muhammad (al-Haqiqah al- Muhammadiyah), manusia sempurna adalah alam seluruhnya. Karena Allah ingin melihat substansinya dalam alam seluruhnya, yang meliputi seluruh hal yang ada, yaitu karena hal ini bersifat wujud serta kepada Nya itu Dia mengemukakan rahasia Nya. Maka kemunculan manusia sempurna, menurut Ibn ‘Arabi adalah esensi kecemerlangan cermin alam. Ibn ‘Arabi membedakan manusia sempurna menjadi dua.

Pertama, manusia sempurna dalam kedudukannya sebagai manusia baru. Kedua, manusia sempurna dalam kedudukannya sebagai manusia abadi. Karena itu, dalam deskripsi Ibn ‘Arabi, manusia sempurna adalah : Manusia baru yang abadi yang muncul, bertahan, dan abadi.

Bagi Ibn ‘Arabi, tegaknya alam justru oleh manusia sempurna dan alam ini akan tetap terpelihara selama manusia sempurna masih ada . Di sini jelas bahwa ia tetap terpengaruh oleh ide Al-Hallaj tentang terdahulunya Nur Muhammad, karena tidak seorang pun yang telah memperbincangkan ide ini sebelum Al-Hallaj. Juga terlihat bahwa Ibn ‘Arabi telah terpengaruh oleh ide Neo Platonisme dan berbagai sumber filsafat lain yang di telaahnya.

Pendapat Ibn ‘Arabi tentang manusia sempurna atau hakikat Muhammad membuatnya sampai pandangan tentang kesatuan agama-agama. Sebab menurutnya, sumber agama-agama itu satu, yaitu hakikat Muhammad. Konsekuensinya, semua agama adalah tunggal dan semuanya itu kepunyaan Allah. Dan seorang yang benar-benar arif adalah seorang yang menyembah Allah dengan setiap bidang kehidupannya. Dengan kata lain dapat dinyatakan bahwa ibadah yang benar adalah hendaknya seorang hamba memandang semua apapun sebagai ruang lingkup realitas Dzat yang tunggal yaitu Allah.

Wallahu a’lam

Pencarian Terkait

Tags: #Ibn 'Arabi #Nur #Nur Muhammad

Sufi Kaya Raya
Suatu hari, seorang guru menyuruh muridnya untuk berguru kepada seorang sufi ternama. Setelah
Kisah Abu Yazid al Busthami, Kitab Tadzkirotul Auliya
Kakek Abu Yazid al-Busthami adalah seorang penganut agama Zoroaster. Ayahnya adalah seorang di
Makna Puasa secara Sufistik
Bagaimana pandangan kaum sufi pada umumnya, mengenai hakikat ibadah, terutama Makna Puasa ?
Ibnu Arabi, Sufi Pemikir Besar dari Spanyol
Ibnu Arabi, yang  nama lengkapnya Abu Bakr Muhammad ibn ‘Ali ibn Ahmad ibn
  1. author

    muslimin6 tahun ago

    berpegang pada Al quran dan Assunnah,itulah ajaran Rasulullah s.a.w kepada kita……

    Balas
  2. author

    romy6 tahun ago

    stelah kmu ucapkn syahadat,.
    apkh kmu tw hakikiat sbnr nya,.?
    klo kmu sdh tw hakikat nya tolong makripat nya?

    Balas
  3. author

    paimen...6 tahun ago

    sudah kah anda mengenal tuhan anda…???
    sudah kah anda mengetahui wali allah yang hak dan syah ditugaskan untuk menyaksikan anda semua mengucap kalimat syahadat..??
    kalo belom segeralah..??

    Balas
    • author

      romy6 tahun ago

      sudah,. (aku)
      tidak ada tuhan melainkn aku,.

      wali itu wakil,.
      jdi msih dngan aku

      klo sudah ??

      Balas
  4. author

    Al Kausar7 tahun ago

    syadu allah ilaha ilallah wa asyadu annamuhammadar rasulullah

    Balas
1 2 3

Tinggalkan pesan "Insanul Kamil Hakikat Nur Muhammad, Ibn ‘Arabi"