Kategori: Sufi

Fana dalam Kesatuan Al Harawi al Anshari

Permalink to Fana dalam Kesatuan Al Harawi al Anshari
Al Harawi al Anshari, yang nama lengkapnya, Abu Isma’il Abdullah bin Muhammad al-Anshari, yang lahir di Herat, Khurasan. Al Harawi al Anshari adalah seorang faqih Hambaliyah. Karya Al Harawi yang terkenal ialah Manazil as-Sa’irin ila Rabb al-‘Alamin. Di kitab tersebut dia berkata, “Kebanyakan ulama kelompok ini sependapat bahwa tingkatan akhir tidak dipandang benar kecuali dengan benarnya tingkatan

Abu Yazid al-Busthami: Ditegur Allah Lewat Seekor Anjing

Permalink to Abu Yazid al-Busthami: Ditegur Allah Lewat Seekor Anjing
Abu Yazid Al Busthami, ditegur Allah swt melalui seekor anjing kotor dan dekil. Pada suatu hari, Syeikh Abu Yazid al-Busthami sedang menyusuri sebuah jalan sendirian. Tak seorang santri pun diajaknya. Ia memang sedang menuruti kemauan langkah kakinya berpijak; tak tahu ke mana arah tujuan dengan pasti. Recent search terms:pandan arum istri syeh jangkungpesan abu yazid

Ibrahim al Dasuqi Syariat itu Pokok, Hakekat Cabang

Permalink to Ibrahim al Dasuqi Syariat itu Pokok, Hakekat Cabang
Ibrahim al Dasuqi, Fana dalam Kebaqaan Tariqat Birhamiyyah didirikan oleh Ibrahim al Dasuqi, yang nama lengkapnya, Ibrahim al Dasuqi al-Qursyi, Ibrahim al Dasuqi meningg4l dunia tahun 676 Hijriyyah di Damaskus. Tariqat Birhamiyyah tersebar di kawasan Mesir, Syria, Hijaz, Yaman dan Hadhramaut. Ibrahim al-Dasuqi ber kata, “Syariat adalah pokok, sementara hakekat adalah cabang. Jadi Syari’at menghimpun seluruh

Dzun Nun al-Mishri, Pelajaran Terakhir Dari Sang Guru

Dzun Nun Al Misri mendapatkan wejangan dari Sang Guru. Dzun Nun al-Mishri Rahimahullah, selesai bermalam di rumah gurunya selama tujuh puluh hari. Sang guru ialah ulama besar yang wafat di tahun 186 Hijriyah, Imam Syuqran al-Qairawani. Imam Syuqran merupakan seorang ahli ibadah, orang zuhud yang sebenarnya, dan shalih. Di akhir kunjungannya, Dzun Nun al-Mishri meminta

Jalaludin Rumi, Khamr Berubah Menjadi Cuka

Permalink to Jalaludin Rumi, Khamr Berubah Menjadi Cuka
Jalaludin Rumi mengundang Gurunya Syamsuddin Tabriz rumahnya. Untuk menghormati gurunya, Jalaludin Rumi mengadakan jamuan makan malam. Setelah semua hidangan makan malam telah dihidangkan di hadapan mereka berdua. Maka Syamsuddin Tabriz bertanya pada murid kesayangannya itu:<!–more–> Jalaludin Rumi Menjamu Sang Guru “Apakah kau bisa menyediakan minuman untukku?”. ( khamr) Rumi kaget mendengarnya, “memangnya anda juga minum?’. “Iya”,