Kategori: Sufi

Ibrahim al Dasuqi Syariat itu Pokok, Hakekat Cabang

Permalink to Ibrahim al Dasuqi Syariat itu Pokok, Hakekat Cabang
Ibrahim al Dasuqi, Fana dalam Kebaqaan Tariqat Birhamiyyah didirikan oleh Ibrahim al Dasuqi, yang nama lengkapnya, Ibrahim al Dasuqi al-Qursyi, Ibrahim al Dasuqi meningg4l dunia tahun 676 Hijriyyah di Damaskus. Tariqat Birhamiyyah tersebar di kawasan Mesir, Syria, Hijaz, Yaman dan Hadhramaut. Ibrahim al-Dasuqi ber kata, “Syariat adalah pokok, sementara hakekat adalah cabang. Jadi Syari’at menghimpun seluruh

Dzun Nun al-Mishri, Pelajaran Terakhir Dari Sang Guru

Dzun Nun Al Misri mendapatkan wejangan dari Sang Guru. Dzun Nun al-Mishri Rahimahullah, selesai bermalam di rumah gurunya selama tujuh puluh hari. Sang guru ialah ulama besar yang wafat di tahun 186 Hijriyah, Imam Syuqran al-Qairawani. Imam Syuqran merupakan seorang ahli ibadah, orang zuhud yang sebenarnya, dan shalih. Di akhir kunjungannya, Dzun Nun al-Mishri meminta

Jalaludin Rumi, Khamr Berubah Menjadi Cuka

Permalink to Jalaludin Rumi, Khamr Berubah Menjadi Cuka
Jalaludin Rumi mengundang Gurunya Syamsuddin Tabriz rumahnya. Untuk menghormati gurunya, Jalaludin Rumi mengadakan jamuan makan malam. Setelah semua hidangan makan malam telah dihidangkan di hadapan mereka berdua. Maka Syamsuddin Tabriz bertanya pada murid kesayangannya itu:<!–more–> Jalaludin Rumi Menjamu Sang Guru “Apakah kau bisa menyediakan minuman untukku?”. ( khamr) Rumi kaget mendengarnya, “memangnya anda juga minum?’. “Iya”,

Rabiah al-Adawiyyah: Mahabbah Cinta

Permalink to Rabiah al-Adawiyyah: Mahabbah Cinta
Banyak Ajaran sufi yang diriwayatkan berasal dari Rabiah al-Adawiyyah, yang seterusnya menjadi perbincangan para sufi setelahnya. Rabiah al-Adawiyyah berkata pula : ” Amalan yang timbul dari diriku tidak berarti bagiku”. Dalam al-Bayan wa al-Tabyin, suatu ketika ditanya Rabiah al-Adawiyyah : ” Apakah suatu amal yang kau lakukan itu dipandang diterima?” Jawabnya: “Seandainya amal itu ada artinya

Rabi ibn Khatsim, Tokoh Zuhud/Sufi Pada Masa Muawiyyah

Rabi ibn Khatsim, yang meningg4l pada 67 H. Beliau  berasal dari Kufah, Beliau adalah tokoh Zuhud  pada abad pertama, masa pemerintahan Muawiyyah. di Kuffah cenderung pada aliran Syi’ah dan Raja’iyyah. al-Sya’rani mengutip per kata an Rabi bin Khatsim, : “Duh saudaraku! Jadilah pelindung bagi dirimu sendiri. kalau tidak kamu akan hancur.” Juga ucapannya, : “Segala