Kategori: Thoriqoh

Thoriqoh terkenal di dunia maupun di Indonesia, mulai dari awal berdirinya dan perkembangannya sampai sekarang

Syekh Abdul Qodir Jaelani, Saat Saat Wafatnya Yang Sangat Mengharukan

Permalink to Syekh Abdul Qodir Jaelani, Saat Saat Wafatnya Yang Sangat Mengharukan
Syekh Abdul Qodir Jaelani Wafat Selain mewarisi banyak karya tulisan,  Syekh Abdul Qodir Jaelani meninggalkan beberapa buah nasehat menjelang kewafatannya. Akhir hayat Syekh didahului dengan kondisi kesehatannya yang terus menurun. Kala itu putra-putranya menghampiri dan mengajukan sejumlah pertanyaan.   Syekh Abdul Qodir Jaelani Berwasiat ”Berilah aku wasiat, wahai ayahku. Apa yang harus aku kerjakan sepergian

Tarekat Idrisiyyah Bersanad Kepada Nabi Khidir as

Tarekat Idrisiyyah dinisbahkan kepada nama Syekh Ahmad bin Idris al-Fasi al-Hasani (1173 – 1253 H / 1760 – 1837 M). Sebenarnya Tarekat ini berasal dari Tarekat Khidhiriyyah yang berasal dari Nabi Khidir As yang diberikan kepada Syekh Abdul Aziz bin Mas’ud ad-Dabbagh Ra. Setelah Syekh Ahmad bin Idris Ra. Tarekat Idrisiyyah mengalami perkembangan lebih jauh

Thoriqoh Qadiriyah wa Naqsabandiyah

Thoriqoh Qadiriyah wa Naqsabandiyah Thoriqoh ini adalah sebuah thoriqoh gabungan dari Thoriqoh Qadiriyah dan Naqsabandiyah (TQN). Thoriqoh ini didirikan oleh Syaikh Ahmad Khotib Sambas yang dikenal sebagai penulis kitab Fathul ‘arifin. Sambas adalah nama sebuah kota di sebelah utara Pontianak, Kalimantan Barat.

Tariqoh di Indonesia, Thoriqoh Syattariyah

Thoriqoh Syattariyah Penyebaran thoriqoh syattariyah berpusat pada satu tokoh utama, yakni Abdur Rauf al-Syinkili di Aceh. Melalui sejumlah muridnya, ajaran thoriqoh syattariyah tersebar ke berbagai wilayah di dunia melayu-Indonesia. Diantara murid-murid as-sinkili yang paling terkemuka adalah Syaikh Burhanuddin dari Ulakan, Pariaman, Sumatra Barat dan Syeikh Abdul Muhyi dari pamijahan, Tasikmalaya, Jawa Barat.