Kategori: Thoriqoh

Thoriqoh terkenal di dunia maupun di Indonesia, mulai dari awal berdirinya dan perkembangannya sampai sekarang

Tarikat di Indonesia: Thoriqoh Tijaniyah

Thoriqoh Tijaniyah Thoriqoh ini didirikan oleh Syaikh Ahmad bin Muhammad al-Tijani yang lahir di ‘Ain Madi, Al-Jazair Selatan, dan meningg4l di Fez, Maroko, dalam usia 80 tahun. Syeikh ahmad Tijani di yakini oleh kaum Tijaniyah sebagai wali agung yang memiliki derajat tertinggi, dan memiliki banyak keramat, karena didukung oleh faktor genealogis, tradisi keluarga, dan proses

Tariqoh di Indonesia, Thoriqoh Syattariyah

Thoriqoh Syattariyah Penyebaran thoriqoh syattariyah berpusat pada satu tokoh utama, yakni Abdur Rauf al-Syinkili di Aceh. Melalui sejumlah muridnya, ajaran thoriqoh syattariyah tersebar ke berbagai wilayah di dunia melayu-Indonesia. Diantara murid-murid as-sinkili yang paling terkemuka adalah Syaikh Burhanuddin dari Ulakan, Pariaman, Sumatra Barat dan Syeikh Abdul Muhyi dari pamijahan, Tasikmalaya, Jawa Barat.

Thoriqoh Qadiriyah wa Naqsabandiyah

Thoriqoh Qadiriyah wa Naqsabandiyah Thoriqoh ini adalah sebuah thoriqoh gabungan dari Thoriqoh Qadiriyah dan Naqsabandiyah (TQN). Thoriqoh ini didirikan oleh Syaikh Ahmad Khotib Sambas yang dikenal sebagai penulis kitab Fathul ‘arifin. Sambas adalah nama sebuah kota di sebelah utara Pontianak, Kalimantan Barat.

Pengalaman Spiritual Pendiri Tariqat Naqsyabandiyah

Pendiri Tariqat Naqsyabandiyah adalah Syeh Bahauddin Naqshband Rahmatullah ‘alaih. Pada suatu riwayat beliau berkata: Pada suatu hari aku dan sahabatku sedang bermuraqabah, lalu pintu langit terbuka dan gambaran Musyahadah hadir kepadaku lalu aku mendengar satu suara berkata, “Tidakkah cukup bagimu untuk meninggalkan mereka yang lain dan hadir ke Hadhrat Kami sendirian?”Suara itu menakutkan aku hingga menyebabkan

Tarekat Alawiyyah Ditempuh Para Salafus Sholeh

Tarekat Alawiyyah adalah suatu tarekat yang ditempuh oleh para salafus sholeh. Dalam tarekat ini, mereka mengajarkan Al-Kitab Al-Qur’an dan As-Sunnah kepada masyarakat, dan sekaligus memberikan suri tauladan dalam pengamalan ilmu dengan keluhuran akhlak dan kesungguhan hati dalam menjalankan syariah Rasullullah SAW.