Kategori: Tasawuf

Kecintaan Cahaya Surga

Hari bahkan detik ini, berlarilah mengejar cahaya surga yang luasnya seluas langit dan bumi. Berprasangkalah yang baik kepada Allah, karena Allah akan berbuat sebagaimana prasangkamu kepada-Nya. Yakinlah bahwa Dia lebih cepat pengampunannya. Dia sangat sabar menunggumu di pintu-pintu tobat. Bahkan, sebelum nyawa tersedak di tenggorokan, sebelum kaki beku, lidah kelu Allah masih setia menjaga pintu

NGAJI TASAWWUF BAB REZEKI

Permalink to NGAJI TASAWWUF BAB REZEKI
Rezeki Yang kerja keras belum tentu mendapat banyak. Yang kerja sedikit belum tentu mendapat sedikit. Karena sesungguhnya sifat Rezeki adalah mengejar, bukan dikejar. Rezeki akan mendatangi, bahkan akan mengejar, hanya kepada orang yang pantas didatangi…. Maka, pantaskan dan patutkan diri untuk pantas di datangi, atau bahkan dikejar rezeki.

Nama Lain Al Quran dan Inti Sarinya

Dalam Al Quran sendiri terdapat beberapa ayat yang menyertakan nama lain dari Al Quran yang digunakan untuk merujuk kepada Al Quran itu sendiri. Berikut adalah nama-nama Al Quran tersebut dan ayat yang mencantumkannya: Al-Kitab QS(2:2),QS (44:2) Al-Furqan (pembeda benar salah): QS(25:1) Adz-Dzikr (pemberi peringatan): QS(15:9) Al-Mau’idhah (pelajaran/nasihat): QS(10:57) Al-Hukm (peraturan/hukum): QS(13:37) Al-Hikmah (kebijaksanaan): QS(17:39) Asy-Syifa’ (obat/penyembuh): QS(10:57),

Puasa Sebagai Sarana Menemui Allah

Puasa Sebagai Sarana Menemui Allah “Bagi orang yang berpuasa ada dua kegembiraan, yaitu kegembiraan ketika berbuka dan kegembiraan ketika bertemu dengan Tuhannya”. (HR Bukhari) ‘Suatu hari Nabi saw. mendengar seorang wanita tengah mencaci-maki hamba sahayanya, padahal ia sedang berpuasa. Nabi saw. Segera memanggilnya. Lalu beliau menyuguhkan makanan seraya berkata, “Makanlah hidangan ini!” Keruan saja, wanita

Nur Ilahiyyah, Cahaya di atas Cahaya

Permalink to Nur Ilahiyyah, Cahaya di atas Cahaya
Tentang Cahaya di atas Cahaya terdapat dalam Surah an Nur ayat 35 – 38. Allah (memberi) cahaya (kepada) langit dan bumi. Perumpamaan cahaya Allah adalah seperti lubang yang tak tembus yang di dalamnya ada pelita besar. Pelita itu di dalam kaca dan kaca itu seakan-akan (bintang yang bercahaya) seperti mutiara yang menyalakan minyak dari pohon