Kategori: Kisah-Kisah

Sunan Panggung Dibakar Hidup hidup

Sunan Panggung Sunan Kalijogo berputera Sunan Panggung dari hasil pernikahannya dengan Retna Siti Zaenab yang saudaranya Sunan Gunung Jati. Sunan Panggung muda, semula mempelajari Syari’ah sampai menguasai hal-hal syari’ah tersebut. Selanjutnya beliau juga mempelajari Thoriqoh, dan Sunan Panggung muda kemudian sangat-sangat tertarik dengan Hakikat dan Ma’rifat, dan diceritakan beliau juga sakti mandraguna disamping beliau adalah

Sunan Papak Cinunuk Garut

Raden Wangsa Muhammad hidup dipertengahan abad ke-19 M. Dikenal dengan nama Pangeran Papak atau Sunan Papak. Beberapa ratus tahun yang lalu di Kampung Cicunuk hidup seorang kiyai bernama Raden Muhammad Juari dari keluarga keturunan bangsawan Balubur Limbangan. Ia menikah dengan Nyi Raden Siti Injang dan berputera 7 orang, salah satunya (bungsu) bernama Raden Wangsa Muhammad.

Sunan Bejagung Digendong Jin Untuk Berhaji

Nama asli Sunan Bejagung adalah Sayyid Abdullah Asy’ari yang dikenal sebagai penyebar agama Islam di luar Wali Songo. Beliau dikenal juga bernama Syekh Asy’ari atau versi lain menyebut Syarif Asy¢ari Baidhowi, atau yang lebih dikenal dengan sebutan Mbah Sunan Bejagung Lor. Sunan Bejagung konon menikahi putri dari Eyang Pangeran Penghulu, seorang ulama yang bermukim di

Sunan Bungkul, Mpu Supo, Sayembara Delima

Sunan Bungkul mempunyai nama asli Ki Ageng Supo atau Empu Supo. Beliau sebenarnya adalah keturunan Ki Ageng dari Majapahit yang berkediaman di Bungkul Surabaya. Sunan Bungkul dikenal sebagai tokoh masyarakat dan penyebar agama Islam pada masa akhir kejayaan Kerajaan Majapahit di abad XV di tanah Jawa. Sumbangsih Sunan Bungkul dalam penyebaran Islam di tanah Jawa

Sunan Bayat, Sunan Pandanaran, Ki Ageng Pandanaran

Sunan Bayat (nama lain: Pangeran Mangkubumi, Susuhunan Tembayat, Sunan Pandanaran (II), Ki Ageng Pandanaran, atau Wahyu Widayat) adalah tokoh penyebar agama Islam di Jawa yang disebut-sebut dalam sejumlah babad serta cerita-cerita lisan. Tokoh ini terkait dengan sejarah Kota Semarang dan penyebaran awal agama Islam di Jawa, meskipun secara tradisional tidak termasuk sebagai Wali Sanga. Makamnya